Umi Mustika menghadapi kesulitan setelah sepeda motor Honda berwarna merah putih bernomor polisi BP 3270 IR miliknya hilang dari halaman rumah di kawasan Bengkong Sadai, Kota Batam, Minggu (18/10/2026) sekitar waktu subuh. Kendaraan keluaran 2017 itu merupakan satu-satunya sepeda motor yang dimiliki keluarganya untuk mengantar suaminya menjalani cuci darah rutin dua kali seminggu di Rumah Sakit Awal Bros Botania, sekaligus mengantar dan menjemput kedua anaknya ke sekolah. Kehilangan tersebut bukan sekadar membuat keluarga ini kehilangan alat transportasi, melainkan juga mengganggu aktivitas penting yang selama ini bergantung pada kendaraan tersebut.
Bagi Umi, sepeda motor itu memiliki peran besar dalam menopang kehidupan keluarganya. Dari Bengkong Sadai, ia harus mengantarkan suaminya ke rumah sakit untuk menjalani hemodialisis atau cuci darah secara berkala. Pada saat yang sama, ia juga harus memastikan kedua anaknya tetap dapat berangkat dan pulang sekolah. Sebagai tulang punggung keluarga, Umi selama ini mengandalkan sepeda motor tersebut untuk menjalankan berbagai tanggung jawab sehari-hari.
Kini, setelah kendaraan itu hilang, berbagai kebutuhan tersebut menghadirkan persoalan baru. Umi tidak hanya harus memikirkan bagaimana menemukan kembali sepeda motornya, tetapi juga bagaimana memenuhi kebutuhan transportasi suami dan kedua anaknya di tengah keterbatasan yang dihadapi keluarga.
Kepada redaksi Saladin Institute, Umi menyampaikan bahwa kehilangan tersebut membuatnya merasa tak lagi mampu berkata-kata. Kendaraan yang selama ini menjadi andalan untuk mengurus kebutuhan keluarga mendadak tidak ada, sementara aktivitas penting, terutama pengobatan suaminya, tetap harus berjalan.
Kehilangan itu menjadi semakin berat karena cuci darah bukanlah kebutuhan yang dapat ditunda begitu saja. Pasien yang menjalani hemodialisis secara rutin memerlukan akses transportasi yang dapat diandalkan agar jadwal pengobatan tetap terpenuhi secara tepat waktu. Tanpa kendaraan pribadi, keluarga harus mencari alternatif perjalanan yang sesuai dengan kondisi kesehatan pasien, waktu pengobatan, dan kemampuan keuangan mereka.
Selain itu, kebutuhan mengantar dan menjemput kedua anaknya ke sekolah juga tidak bisa diabaikan. Dalam situasi seperti ini, hilangnya satu-satunya kendaraan keluarga dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan sekaligus, mulai dari akses layanan kesehatan hingga pendidikan anak-anak.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada redaksi, sepeda motor tersebut terakhir disimpan di halaman lorong rumah dalam keadaan terkunci. Kendaraan itu diketahui hilang pada Minggu dini hari atau sekitar waktu subuh. Namun, belum ada informasi terverifikasi mengenai bagaimana motor tersebut dibawa pergi ataupun siapa yang bertanggung jawab atas kejadian itu.
Umi telah melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Tanjung Buntung pada Minggu (18/10/2026). Hingga informasi ini disusun, belum ada perkembangan lebih lanjut yang disampaikan kepada redaksi mengenai proses penanganan laporan maupun upaya pencarian kendaraan.
Adapun identitas sepeda motor yang dilaporkan hilang adalah sebagai berikut:
Pemilik: Umi Mustika
Jenis kendaraan: Honda
Nomor polisi: BP 3270 IR
Warna: Merah putih
Tahun kendaraan: 2017
Nomor mesin: MH1JM118H1493284
Lokasi kehilangan: Bengkong Sadai, Batam
Waktu kehilangan: Minggu, 18 Oktober 2026, sekitar subuh
Status laporan: Telah dilaporkan ke Polsek Tanjung Buntung
Umi berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan sepeda motor tersebut dapat membantu memberikan informasi. Bagi keluarganya, ditemukannya kembali kendaraan itu akan sangat berarti untuk memulihkan mobilitas sehari-hari, terutama untuk memenuhi kebutuhan pengobatan suaminya dan mengantar kedua anaknya ke sekolah.
Masyarakat yang memiliki informasi dapat menghubungi redaksi Saladin Institute melalui nomor 0821-1742-9217. Informasi yang diterima akan diteruskan kepada pemilik agar dapat ditindaklanjuti bersama pihak kepolisian.
Kehilangan Kendaraan, Kehilangan Akses terhadap Kebutuhan Dasar
Kasus yang dialami Umi memperlihatkan bahwa kehilangan sepeda motor tidak selalu berhenti pada kerugian materi. Bagi keluarga yang memiliki anggota dengan kebutuhan pengobatan rutin, kendaraan dapat menjadi bagian penting dari akses terhadap layanan kesehatan. Ketika kendaraan itu hilang, dampaknya bisa merambat pada jadwal pengobatan, kegiatan pendidikan anak, dan pengeluaran rumah tangga yang harus dialihkan untuk mencari transportasi pengganti.
Kondisi tersebut juga memperlihatkan beratnya tanggung jawab seseorang yang menjadi tulang punggung keluarga. Ketika satu-satunya sarana transportasi hilang, ia harus menghadapi persoalan baru tanpa bisa begitu saja menghentikan kebutuhan keluarga yang terus berjalan.
Karena itu, selain mengandalkan proses kepolisian untuk menelusuri kehilangan tersebut, kepedulian masyarakat sekitar juga dapat membantu meringankan kesulitan yang sedang dihadapi keluarga Umi. Informasi yang akurat mengenai keberadaan kendaraan, misalnya, dapat menjadi petunjuk penting bagi proses pencarian.
Masyarakat perlu mengedepankan kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor. Penggunaan kunci tambahan, pemilihan tempat parkir yang aman, dan pengawasan lingkungan dapat membantu mengurangi risiko, meskipun tidak menjamin kendaraan sepenuhnya terbebas dari pencurian.
Hingga kini, prioritas Umi adalah menemukan kembali sepeda motornya agar kehidupan keluarganya dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya. Di balik pencarian sebuah kendaraan, ada seorang istri yang harus memastikan pengobatan suaminya tetap berlangsung dan seorang ibu yang berusaha menjaga agar pendidikan kedua anaknya tidak terganggu.
Bagi Umi Mustika, sepeda motor itu bukan sekadar alat transportasi. Kendaraan tersebut merupakan penghubung antara rumah, rumah sakit, sekolah, dan berbagai tanggung jawab yang harus ia jalankan setiap hari. (Sal)