Mengapa Bulan Menjauh? Penjelasan Ilmiah dan Implikasi bagi Manusia

Fenomena Bulan yang perlahan bergerak menjauh dari Bumi sering dibahas sebagai fakta menarik di...

Mengapa Bulan Menjauh? Penjelasan Ilmiah dan Implikasi bagi Manusia

Ekologi
04 Feb 2026
338 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Mengapa Bulan Menjauh? Penjelasan Ilmiah dan Implikasi bagi Manusia

Fenomena Bulan yang perlahan bergerak menjauh dari Bumi sering dibahas sebagai fakta menarik di luar angkasa. Tetapi di balik itu terdapat dinamika fisika yang dalam dan implikasi jangka panjang yang memengaruhi sejarah Bumi. Peristiwa ini bukan sekadar spekulasi. Sejumlah ilmuwan telah mengukurnya secara langsung dan konsisten selama beberapa dekade terakhir. 

Peneliti menunjukkan bahwa Bulan saat ini menjauh sekitar 3,8 sentimeter setiap tahun dari planet kita. Sebuah angka yang diukur melalui eksperimen lunar laser ranging yang dimulai pada masa Apollo. Cahaya laser dipantulkan dari reflektor yang ditempatkan di permukaan Bulan dan dikembalikan ke Bumi untuk menghitung jarak dengan ketelitian sentimeter. 

“Ketika kita membidik laser ke reflektor di Bulan dan mengukur waktu pantulnya, kita melihat perubahan jarak yang konsisten dari tahun ke tahun,” ujar Stephen DiKerby, seorang peneliti astrofisika yang mengamati gerak Bulan tersebut. 

Gerakan menjauh ini tidak terjadi secara misterius, melainkan akibat interaksi gravitasi kompleks antara Bumi dan Bulan. Gaya gravitasi Bulan menciptakan tonjolan air laut yang mengikuti rotasi Bumi. Karena Bumi berputar lebih cepat daripada Bulan beredar, tonjolan pasang surut itu sedikit “mendahului” posisi Bulan, menyeretnya ke depan dalam orbitnya dan secara perlahan memperluas orbit tersebut. 

Fenomena inilah yang membuat Bulan bergerak semakin jauh, bukan karena “menolak” Bumi, tetapi karena transfer momentum rotasi dari Bumi ke Bulan. Sehingga efek tak langsung bagi Bumi adalah terjadinya pasang surut permukaan laut di hari yang lebih panjang.

Bulan menjauh berdampak pada kehidupan di Bumi, terutama melalui pasang surut laut. Gaya tarik Bulan terhadap air laut menyebabkan naik turunnya permukaan laut yang memengaruhi ekosistem pesisir dan aktivitas nelayan. Lebih jauh lagi, efek ini juga terkait dengan perlambatan rotasi Bumi: seiring Bulan “mencuri” sebagian momentum rotasi Bumi, durasi satu hari di planet ini pun bertambah secara ekstrem perlahan. 

Ilmuwan memperkirakan bahwa setelah puluhan hingga ratusan juta tahun, satu hari di Bumi bisa mencapai 25 jam. Namun itu terjadi dalam skala waktu geologis yang sangat panjang. “Efeknya sangat kecil.. dalam satu abad, rotasi Bumi hanya melambat sebagian detik.. tetapi dalam jutaan tahun, ini akan menjadikan hari lebih panjang,” terang Thomas Djamaluddin, peneliti astronomi dari BRIN. 

Apa Hubungannya dengan Siklus Milankovitch?

Beberapa orang mengaitkan Bulan yang menjauh dengan perubahan iklim. Namun, pengaruh langsung Bulan terhadap iklim tidak signifikan dibandingkan faktor lain yang jauh lebih dominan. 

Ilmuwan menjelaskan bahwa siklus orbit Bumi yang dikenal sebagai Siklus Milankovitch, yang terdiri atas variasi bentuk orbit (eksentrisitas), kemiringan poros (oblikuitas), dan presesi, lebih berperan dalam perubahan iklim bertahap selama ribuan hingga ratusan ribu tahun. 

Perubahan-perubahan tersebut memengaruhi jumlah radiasi Matahari yang diterima Bumi dan, oleh karena itu, berpengaruh pada periode glasial dan interglasial dalam sejarah iklim Bumi, bukan gerak Bulan menjauhnya semata.

Di bawah rona purnama, kita sering merasakan kedamaian. Kita hampir tidak menyadari, bahwa setiap tahun Bulan “melangkah” lebih jauh. Meski hanya beberapa sentimeter, langkah kecil ini mencatat sejarah panjang hubungan kosmik antara dua benda langit yang telah bersama selama miliaran tahun.

Gerak Bulan adalah pengingat bahwa alam semesta bekerja dalam ritme dan waktu yang berbeda dari kehidupan manusia, tetapi tetap membentuk latar belakang bagi pengalaman kita di Bumi. Ini bukan sekadar fakta ilmiah, tapi sebuah ajakan untuk memahami posisi kita dalam skala kosmik. Kita yang kecil dan terhubung dengan fenomena yang lebih besar. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll