Uang Puluhan Juta Raib, Wisman Singapura Dicopet di Pasar Jodoh Batam

Jalanan sempit dan kios yang padat di Pasar Jodoh bukan hanya menjadi magnet ekonomi bagi warga...

Uang Puluhan Juta Raib, Wisman Singapura Dicopet di Pasar Jodoh Batam

Hukum
24 Jan 2026
293 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Uang Puluhan Juta Raib, Wisman Singapura Dicopet di Pasar Jodoh Batam

Jalanan sempit dan kios yang padat di Pasar Jodoh bukan hanya menjadi magnet ekonomi bagi warga lokal dan wisatawan asing, tetapi juga menjadi saksi bisu peristiwa tak terduga. Pada Jumat (23/1/2026) siang, seorang wisatawan asal Singapura mengalami kejadian yang mengguncang: dompet berisi uang puluhan juta rupiah dan sebagian besar dokumen pribadinya raib di tengah keramaian pasar tradisional ini. 

Kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WIB ketika pria berkacamata, yang tengah menjelajahi area perdagangan barang bekas dan kebutuhan harian itu, tiba-tiba menyadari sesuatu tak beres. “Dompet saya hilang. IC juga hilang,” ujar korban kepada warga di lokasi, sambil menunjukkan paspor yang masih tersimpan padanya. 

Tidak seperti kabar awal yang sempat beredar di media sosial, yang memperkirakan kerugian mencapai Rp400 juta. Pihak kepolisian memastikan angka sesungguhnya lebih kecil, namun tetap signifikan. “Korban kehilangan uang tunai sebesar 1.700 dolar Singapura dan Rp3,2 juta, serta beberapa kartu ATM,” jelas Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja, Iptu Noval Adimas. Total kerugian diperkirakan sekitar Rp25 juta. 

Menurut pengakuan korban serta saksi, kejadian terjadi saat ia didekati seseorang yang berpura-pura menawarkan jasa pijat kaki di tengah kerumunan. Dalam kekacauan singkat, dompet yang tersimpan di saku celana lenyap tanpa jejak. Seorang pedagang setempat yang menyaksikan suasana berkata, “Dia bilang ada yang merogoh saku dia, tetapi kami tidak lihat persis apa yang terjadi.” 

Hingga kini, korban belum membuat laporan polisi secara resmi, tetapi anggota kepolisian telah turun tangan, mengumpulkan keterangan, serta menelusuri ciri-ciri pelaku dari sisi keamanan pasar. 

Pasar Jodoh, yang dikenal sebagai salah satu pasar tradisional terbesar di Batam, menjadi tempat bertemunya berbagai lapisan masyarakat. Lebih dari sekadar pusat jual-beli barang bekas dan kebutuhan sehari-hari, lokasi ini juga tengah dipersiapkan pemerintah setempat untuk dikembangkan menjadi pusat ekonomi modern dengan fasilitas lebih tertata. 

Namun, keberadaan kerumunan dan area padat seperti ini memiliki sisi lain. Dari berbagai sumber ulasan pengunjung, pasar ini, sebagaimana beberapa area lain di Batam, tidak jarang menjadi wilayah rawan pencopetan jika pengunjung tidak berhati-hati dengan barang bawaannya. Tips umum yang sering disarankan adalah menjaga barang berharga dekat dengan tubuh dan menghindari menaruh dompet di saku belakang. 

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di tengah dinamika urban yang terus berubah. Kota Batam sendiri tengah mencatat tren pertumbuhan kunjungan wisatawan asing, terutama dari Singapura, yang secara historis merupakan pasar turis terbesar di daerah ini, mencapai lebih dari 50% dari total kunjungan luar negeri sebelum pandemi. 

Kompol Debby Tri Andrestian dari Polresta Barelang mengimbau, “Kami meminta wisatawan dan pengunjung untuk tetap waspada di area ramai dan segera melapor apabila mengalami atau melihat tindak pidana.” 

Kasus pencopetan di Batam bukan fenomena tunggal, namun insiden terbaru ini menggarisbawahi bahwa aktivitas ekonomi dan interaksi sosial yang semarak tetap harus diimbangi dengan mental waspada, terutama di lokasi publik yang padat. Di tengah keramaian, perlindungan diri sendiri bukan hanya soal keamanan finansial, tetapi juga rasa aman dan nyaman dalam menjelajah kota yang kaya ragamnya. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll