Rp4,7 miliar untuk Korban Bencana di Sumatera Utara dari Masyarakat Batam

Pemerintah Kota Batam menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp4,7 miliar kepada korban bencana...

Rp4,7 miliar untuk Korban Bencana di Sumatera Utara dari Masyarakat Batam

Sosbud
09 Jan 2026
335 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Rp4,7 miliar untuk Korban Bencana di Sumatera Utara dari Masyarakat Batam

Pemerintah Kota Batam menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp4,7 miliar kepada korban bencana alam di Provinsi Sumatera Utara. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Kamis (8/1/2026). 

Total bantuan yang diserahkan berasal dari dua sumber, yaitu Rp2,5 miliar dari APBD Kota Batam serta Rp2,2 miliar dari donasi masyarakat Batam sebagai wujud solidaritas terhadap warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara. 

Dalam sambutannya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan duka cita yang mendalam dan harapan agar bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan bencana. Ia mengatakan: “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Sumut, dan mendukung pemulihan pascabencana yang tengah dilakukan oleh Pemprov Sumut.” 

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh Pemko Batam serta masyarakatnya. Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan akan dikelola secara transparan dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. 

Bobby menyatakan: “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kota Batam. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Sumut dalam masa pemulihan.” 

Di balik angka dan seremoni penyerahan, aksi ini menyiratkan semangat solidaritas antardaerah yang kuat. Bencana tidak mengenal batas wilayah, dan bantuan bukan sekadar angka, tetapi juga representasi kepedulian sejati dari sesama anak bangsa. Ketika saudara-saudara di Sumatera Utara tertimpa musibah, Batam hadir bukan hanya sebagai lembaga pemerintahan, tetapi sebagai komunitas yang merasakan dan menjawab luka kolektif di acara Kenduri Akhir Tahun: Satu hati untuk negeri, solidaritas untuk Sumatera.

Gerakan bersama ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak diukur hanya oleh statistik dan fasilitas, tetapi oleh sejauh mana empati bergerak lebih cepat daripada logika politik dan administratif. Solidaritas yang nyata seperti ini memperteguh keyakinan bahwa kemanusiaan adalah bahasa universal yang menyatukan kita semua di saat paling rapuh. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll