Terpesona Harmoni Batam, Dubes Palestina Ucapkan Terima Kasih atas Solidaritas untuk Gaza

Kunjungan Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Abdalfatah A.K. Al-Sattari, ke...

Terpesona Harmoni Batam, Dubes Palestina Ucapkan Terima Kasih atas Solidaritas untuk Gaza

Sosbud
18 Jul 2026
305 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Terpesona Harmoni Batam, Dubes Palestina Ucapkan Terima Kasih atas Solidaritas untuk Gaza

Kunjungan Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Abdalfatah A.K. Al-Sattari, ke Kota Batam, Jumat (17/7), bukan sekadar agenda diplomatik. Di hadapan jajaran Kementerian Agama Kota Batam, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan Islam, ia menyampaikan kekagumannya terhadap kehidupan masyarakat Batam yang mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk membangun persatuan sekaligus mempererat solidaritas kemanusiaan, termasuk bagi rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi krisis berkepanjangan.

Kunjungan silaturahmi yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam itu diterima langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, didampingi Kasubbag Tata Usaha Resdin Efendi Pasaribu. Hadir pula sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam se-Kota Batam.

Dalam sambutannya, Budi Dermawan menilai kunjungan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar hubungan diplomatik. Ia menyebutnya sebagai momentum memperkuat persaudaraan sekaligus membuka ruang kerja sama di bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.

"Di tengah kemajemukan itu, Alhamdulillah kerukunan umat beragama di Kota Batam tetap terjaga dengan baik. Masyarakat hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati satu sama lain. Nilai-nilai inilah yang terus kami rawat melalui pembinaan dan penguatan moderasi beragama," ujar Budi.

Menurutnya, Batam merupakan miniatur Indonesia. Selain dihuni masyarakat dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang berbeda, kota industri ini juga menjadi rumah bagi ribuan warga negara asing yang bekerja di berbagai sektor. Meski demikian, kehidupan sosial tetap berlangsung harmonis.

Apresiasi serupa disampaikan Dubes Palestina. Melalui penerjemah, Abdalfatah Al-Sattari mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang diterimanya selama berada di Batam. "Ini adalah pertama kalinya saya datang ke Batam, dan saya melihat Batam sebagai kota yang indah dengan masyarakat yang sangat baik," katanya. 

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas dukungan masyarakat Indonesia yang selama ini terus mengalir kepada rakyat Palestina. “Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang terus mengalir kepada Palestina. Dukungan itu sangat berarti bagi rakyat kami. Bertemu dengan begitu banyak saudara di Batam menjadi kebahagiaan dan berkah bagi saya.”

Bagi Al-Sattari, Indonesia merupakan contoh bagaimana masyarakat dengan beragam agama, etnis, dan budaya mampu hidup berdampingan secara damai. “Saya sangat mengagumi Indonesia. Negara ini memiliki banyak agama, suku, dan budaya, tetapi masyarakatnya tetap hidup rukun dan damai. Itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa.”

Pernyataan tersebut sejalan dengan rangkaian kunjungannya di Provinsi Kepulauan Riau. Beberapa hari sebelumnya, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung perjuangan kemanusiaan bagi Palestina melalui diplomasi persaudaraan dan berbagai aksi sosial.

Solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina sendiri telah berlangsung selama puluhan tahun. Dalam berbagai kesempatan, Dubes Palestina berulang kali menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas dukungan moral maupun bantuan kemanusiaan yang terus diberikan. Pada Mei 2026, misalnya, ia menyatakan, "Di Indonesia, saya merasa seperti di rumah bersama rakyat dan keluarga saya di sini," saat memperingati Hari Nakba di Jakarta.

Situasi kemanusiaan di Gaza masih menjadi perhatian dunia. Dalam pengarahan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kepala Badan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher mengingatkan bahwa bantuan kemanusiaan tidak boleh menunggu proses diplomasi yang panjang. Lebih utamanya perlindungan warga sipil, akses bantuan kemanusiaan, serta penyelesaian konflik berdasarkan hukum internasional dan solusi dua negara.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia secara konsisten menyatakan dukungannya terhadap penyelesaian damai melalui solusi dua negara (two-state solution), penghentian kekerasan, serta percepatan distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di Gaza.

Meski demikian, berbagai pandangan juga berkembang terkait bentuk dukungan internasional terhadap Palestina. Kelompok yang mendukung peningkatan bantuan kemanusiaan menilai solidaritas global sangat dibutuhkan untuk meringankan penderitaan warga sipil. Sebaliknya, sebagian pengamat hubungan internasional mengingatkan bahwa bantuan kemanusiaan sebaiknya diiringi dengan langkah diplomasi yang lebih efektif agar tidak berhenti pada aksi simbolik, melainkan mampu mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa penyelesaian konflik membutuhkan keseimbangan antara empati kemanusiaan dan upaya politik yang realistis.

Rangkaian kunjungan di Batam ditutup dengan dialog interaktif bersama para tokoh masyarakat, doa bersama, sesi foto, serta pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Palestina. Kegiatan berlangsung aman dengan pengamanan personel gabungan Brimob, Pam Obvit Polda Kepri, Polresta Barelang, dan Polsek Sekupang.

Di tengah dinamika geopolitik dunia yang kian kompleks, pesan yang dibawa dari Batam terasa sederhana, namun memiliki makna mendalam. Kerukunan yang tumbuh di tengah keberagaman bukan hanya menjadi modal sosial bagi Indonesia, melainkan juga menghadirkan harapan bahwa perdamaian dapat dibangun melalui sikap saling menghormati. Demikian juga solidaritas terhadap Palestina tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan menjaga nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan perdamaian sebagai fondasi kehidupan bersama di lingkungan kita sendiri. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll