Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin mengapresiasi kepedulian masyarakat Batam terhadap korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Kenduri Akhir Tahun dan Solidaritas untuk Bencana Sumatra di Dataran Engku Puteri, Rabu (31/12/2025).
Acara yang digelar Pemerintah Kota Batam itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, serta jajaran Pemko Batam. Kegiatan berlangsung sederhana tanpa pesta kembang api, dengan agenda utama doa bersama dan penggalangan donasi bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kamaluddin menilai respons warga Batam mencerminkan solidaritas sosial yang kuat. Menurutnya, empati publik yang muncul di tengah momentum pergantian tahun menunjukkan bahwa masyarakat tidak abai terhadap penderitaan yang dialami daerah lain.
Penggalangan donasi dilakukan secara terbuka melalui sistem pembayaran digital QRIS. Skema ini memungkinkan partisipasi masyarakat secara luas dan transparan. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi pengunjung yang hadir dan turut berdonasi sepanjang acara berlangsung.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rangkaian banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025 di sejumlah provinsi Sumatra telah menyebabkan lebih dari 1.100 korban jiwa meninggal dunia, ratusan orang dinyatakan hilang, serta ratusan ribu warga terdampak langsung.
BNPB juga mencatat sekitar 400 ribu jiwa terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah dan fasilitas publik. Lebih dari 160 ribu unit rumah dilaporkan rusak, disertai kerusakan pada ribuan sekolah, fasilitas kesehatan, jembatan, dan ruas jalan utama yang menghambat distribusi bantuan.
Dari sisi ekonomi, BNPB memperkirakan kebutuhan awal pemulihan dan rekonstruksi akibat bencana tersebut mencapai lebih dari Rp50 triliun. Angka ini mencakup perbaikan infrastruktur dasar, permukiman warga, serta pemulihan layanan pendidikan dan kesehatan di wilayah terdampak.
Dalam sambutannya, Kamaluddin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Batam atas kepedulian yang ditunjukkan. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Batam yang memilih konsep perayaan tahun baru yang sederhana namun berdampak langsung bagi korban bencana.
Ia berharap semangat solidaritas tersebut tidak berhenti pada momentum pergantian tahun, tetapi terus berlanjut dalam bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemulihan dan rehabilitasi pascabencana.
Pesan serupa disampaikan Wali Kota Batam bersama unsur Forkopimda. Mereka menegaskan bahwa kepedulian sosial dan kebersamaan antardaerah merupakan modal penting dalam membangun ketahanan nasional, terutama menghadapi bencana hidrometeorologi yang kian sering terjadi akibat perubahan iklim. (Red)