Sebagai upaya menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam kembali membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Kompetensi Produktivitas untuk tenaga kerja yang sudah bekerja atau memiliki pengalaman di bidangnya. Program ini merupakan bagian dari agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi warga ber-KTP Batam, dan dilaksanakan tanpa biaya alias gratis.
Pendaftaran program yang dirancang untuk memperkuat kemampuan pekerja lokal itu dibuka sejak 26 Januari hingga 4 Februari 2026, setiap hari kerja pukul 08.00–16.00 WIB. Link pendaftaran dapat diakses secara online. (Daftar dan Formasi jenis pelatihannya, atau lebih lanjut kunjungi situs Disnaker Batam)
Kompetensi produktivitas diperlukan karena dunia industri saat ini mensyaratkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai teori, tetapi memiliki keterampilan yang teruji secara kompeten. Data pemerintah menunjukkan bahwa program pelatihan dan bimtek yang digelar Disnaker Batam sepanjang 2025 telah menjangkau hampir 3.848 tenaga kerja, baik dalam pelatihan maupun bimtek bersertifikasi.
Menurut Nurul Iswahyuni, Plt. Kepala Disnaker Kota Batam, program ini dimaksudkan untuk memberikan modal kompetensi nyata bagi pekerja aktif maupun pencari kerja yang sudah punya pengalaman di lapangan:
“Pelatihan dan sertifikasi ini kami sediakan untuk memperkuat daya saing tenaga kerja Batam di pasar kerja, khususnya sektor industri yang membutuhkan keterampilan tinggi,” ujar Nurul.
Data Disnaker menunjukkan bahwa tantangan utama pasar kerja di kota ini tidak hanya soal jumlah lowongan, tetapi kualitas tenaga kerja yang tersedia. Misalnya, dalam program pelatihan dan bimtek sebelumnya, pelaksanaan kegiatan mencakup puluhan jenis pelatihan dan pengukuran kompetensi, disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri lokal.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari strategi yang lebih besar: Pemerintah Kota Batam bahkan menargetkan penempatan hingga 18.000 pencari kerja pada 2025 melalui berbagai program ketenagakerjaan dan job fair. Salah satu hal yang menarik dari kegiatan ini adalah akses terbuka bagi pekerja yang sudah berpengalamanm
Pelatihan dilakukan bukan hanya untuk pencari kerja baru. ekerja yang saat ini sudah bekerja namun belum memiliki sertifikasi kompetensi bisa ikut serta untuk meningkatkan portofolio keterampilannya, sebagai modal penting ketika perusahaan semakin mengutamakan tenaga kerja tersertifikasi.
Program semacam ini juga mencakup berbagai bentuk pengukuran kompetensi. Bukan sekadar pengakuan formal. Sertifikasi kompetensi di Indonesia diakui sebagai indikator bahwa seseorang benar-benar memahami standar kompetensi tertentu, yang kemudian berdampak pada kredibilitas profesionalnya dan kemungkinan terserapnya pekerja tersebut di industri.
Ketika pemerintah daerah menyediakan fasilitas pelatihan dan sertifikasi tanpa biaya, hal ini sesungguhnya merupakan bentuk investasi sosial dan ekonomi terhadap kualitas sumber daya manusia. Bukan hanya sekadar mencatat angka peserta, tetapi menciptakan tenaga kerja yang siap pakai, adaptif terhadap dinamika pasar, dan mampu bersaing di era globalisasi industri.
Rangkaian program Disnaker Batam menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur keterampilan manusia, sebagai jantung dari produktivitas dan inovasi. Tenaga kerja yang memiliki bekal kompetensi tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri, tetapi juga memperkuat daya saing kota Batam secara keseluruhan.
Bagi tenaga kerja Batam, kesempatan ini adalah panggilan untuk bertumbuh. Sertifikasi kompetensi bukan sekadar penghargaan formal, tetapi simbol kesiapan menghadapi tuntutan zaman. Ketika setiap individu merangkul proses pembelajaran sepanjang hayat, Batam bukan hanya menjadi kota industri, tetapi juga kota para profesional yang handal. (Red)