Radio Merah Putih Jadi Wajah Baru Promosi Koperasi Desa di Banyuwangi

Asosiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Banyuwangi resmi meluncurkan Radio...

Radio Merah Putih Jadi Wajah Baru Promosi Koperasi Desa di Banyuwangi

Sosbud
28 Jul 2026
8 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Radio Merah Putih Jadi Wajah Baru Promosi Koperasi Desa di Banyuwangi

Asosiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Banyuwangi resmi meluncurkan Radio Merah Putih, radio komunitas berbasis streaming yang dapat diakses melalui telepon pintar, pada Rabu (22/7/2026). Peluncuran tersebut dihadiri Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari. Meski hadir dalam siaran perdana, Qodari menegaskan radio tersebut bukan merupakan program ataupun aset pemerintah, melainkan murni inisiatif Asosiasi KDKMP Banyuwangi sebagai media komunikasi, promosi, dan layanan informasi bagi masyarakat. 

Penegasan itu disampaikan Qodari untuk menghindari anggapan bahwa Radio Merah Putih merupakan kanal komunikasi resmi pemerintah. Menurutnya, peran Bakom RI sebatas memberikan dukungan terhadap inovasi komunikasi yang lahir dari masyarakat. "Bukan Bakom dan pemerintah yang membuat Radio Merah Putih. Yang membuat adalah Asosiasi KDKMP Kabupaten Banyuwangi. Mereka minta saya hadir dalam siaran pertama Radio Merah Putih tersebut." 

Dalam peluncuran radio tersebut, Qodari juga menyampaikan harapannya agar media komunitas ini berkembang menjadi ruang pertukaran informasi antara koperasi dan masyarakat. "Ini radio komunitas yang diharapkan menjadi medium pertukaran, bukan hanya pengurus, tetapi juga masyarakat bisa mengikuti perkembangan kegiatan koperasi." 

Menurut Ketua Asosiasi KDKMP Banyuwangi, Imam Maskun, Radio Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai media promosi koperasi, tetapi juga sebagai sarana pelayanan publik. Salah satu konten utama yang akan disiarkan adalah pembaruan harga kebutuhan pokok, informasi ketersediaan barang, hingga produk subsidi yang dijual koperasi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kita akan update harga barang satu atau dua kali sehari, sehingga masyarakat mengetahui bahwa di koperasi tersedia barang-barang subsidi dengan harga sesuai HET." Selain informasi harga, radio tersebut akan menyiarkan edukasi mengenai manfaat menjadi anggota koperasi, program kesehatan masyarakat, ruang pengaduan, hingga promosi produk UMKM binaan koperasi. Menurut Imam, keberadaan media informasi menjadi penting agar masyarakat mengetahui berbagai layanan yang tersedia di Kopdes Merah Putih.

Ia juga menilai produk UMKM yang dipasarkan melalui koperasi memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk pabrikan, namun dijual dengan harga yang lebih terjangkau. “Produk UMKM kita tidak kalah dengan produk pabrikan. Harganya justru lebih rendah dibanding harga ritel sehingga masyarakat mendapatkan manfaat langsung.”

Imam mengklaim respons masyarakat terhadap radio streaming tersebut cukup positif. Bahkan, menurutnya, gerai Kopdes Merah Putih Banyuwangi berhasil mencatatkan omzet tertinggi kedua di Jawa Timur sejak akhir 2025, salah satunya karena harga sejumlah kebutuhan pokok seperti telur dijual lebih murah dibandingkan pasar ritel modern. Klaim tersebut disampaikan berdasarkan capaian internal koperasi. 

Saat ini, promosi KDKMP Banyuwangi juga dilakukan melalui berbagai media lain seperti Instagram, TikTok, baliho, dan billboard. Radio streaming diposisikan sebagai pelengkap yang diharapkan mampu menjangkau masyarakat desa, terutama kalangan ibu rumah tangga, pedagang pasar, hingga komunitas warga di warung kopi dan ruang publik lainnya.

Kehadiran Radio Merah Putih juga memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai efektivitasnya. Di tengah tingginya penetrasi media sosial dan aplikasi pesan instan, radio berbasis streaming perlu menghadirkan konten yang relevan, cepat, dan interaktif agar mampu mempertahankan pendengar. Tantangannya bukan sekadar menghadirkan saluran informasi baru, melainkan memastikan informasi yang disampaikan selalu akurat, diperbarui secara berkala, dan benar-benar membantu masyarakat mengambil keputusan, misalnya dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah.

Di ruang publik, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri masih menuai beragam pandangan. Pendukung program menilai koperasi dapat memperpendek rantai distribusi sehingga harga kebutuhan pokok menjadi lebih terjangkau sekaligus memperkuat ekonomi desa. Sebaliknya, sejumlah pengamat dan anggota DPR sebelumnya mengingatkan agar perluasan peran koperasi, termasuk rencana penyaluran bantuan sosial melalui Kopdes, tidak justru menambah birokrasi atau menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan. Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Kopdes akan sangat ditentukan oleh tata kelola, transparansi, dan kualitas pelayanan di lapangan, bukan semata oleh strategi komunikasinya. 

Peluncuran Radio Merah Putih di Banyuwangi dapat dipandang sebagai eksperimen menarik dalam menggabungkan teknologi digital dengan gerakan koperasi. Inovasi ini berpotensi memperkuat akses informasi masyarakat desa, terutama mengenai harga barang, layanan koperasi, dan produk UMKM. Namun keberhasilan sebuah media komunitas tidak diukur dari seberapa sering ia mengudara, melainkan dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan publik. 

Ketika informasi yang disampaikan mampu meningkatkan transparansi harga, memperluas partisipasi anggota, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, maka Radio Merah Putih selain menjadi lebih dari sekadar alat promosi, dapat juga berkembang menjadi ruang komunikasi publik yang mendukung pemberdayaan ekonomi desa secara berkelanjutan. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll