Ahmadinejad Selamat: Eskalasi AS-Israel vs Iran Kian Memanas

Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dilaporkan selamat tanpa luka setelah serangan yang...

Ahmadinejad Selamat: Eskalasi AS-Israel vs Iran Kian Memanas

Politik
03 Mar 2026
390 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Ahmadinejad Selamat: Eskalasi AS-Israel vs Iran Kian Memanas

Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dilaporkan selamat tanpa luka setelah serangan yang disebut-sebut sebagai operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam sebuah bangunan di Teheran pada Minggu (1/3/2026). Serangan tersebut terjadi di kawasan yang berdekatan dengan kantor dan lokasi pengawalan Ahmadinejad. Seorang ajudan dekatnya memastikan kondisi eks presiden itu aman, meski tiga pengawal dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan tewas. Peristiwa ini mempertegas meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah dan memicu respons keras dari Teheran.

Menurut keterangan ajudan Ahmadinejad kepada kantor berita Anadolu Agency, bangunan yang menjadi sasaran berada sekitar 100 meter dari kediaman sang mantan presiden. “Saya berkomunikasi langsung dengannya. Semuanya baik-baik saja,” ujar ajudan tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Ia menambahkan bahwa kediaman Ahmadinejad tidak terdampak langsung, namun bangunan yang menjadi target serangan merupakan lokasi bertugas sejumlah pengawal IRGC. Tiga di antaranya dilaporkan tewas. 

Pihak berwenang Iran menuding operasi itu sebagai bagian dari eskalasi terbuka antara Teheran dan aliansi Washington–Tel Aviv. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang secara eksplisit mengakui operasi tersebut dari pihak Washington maupun Tel Aviv.

Sejumlah analis keamanan di Iran menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran kedaulatan yang terang-terangan.” Seorang pejabat keamanan Iran, yang dikutip media pemerintah setempat, menyatakan “Serangan ini adalah tindakan agresi yang tidak dapat dibenarkan dan akan mendapat respons yang setimpal.”

Sebaliknya, analis pertahanan di Israel menilai operasi semacam itu sebagai bagian dari strategi pencegahan terhadap ancaman yang dianggap membahayakan stabilitas kawasan. Seorang pengamat militer Israel yang diwawancarai media lokal menyatakan, “Jika ada ancaman langsung terhadap keamanan nasional Israel, maka tindakan pencegahan adalah hak yang sah.”

Sementara itu, sejumlah pakar hubungan internasional mengingatkan risiko eskalasi lebih luas. Pengamat Timur Tengah di Washington menilai bahwa langkah-langkah militer terbatas dapat dengan cepat berubah menjadi konflik terbuka jika tidak diimbangi jalur diplomasi.

“Setiap serangan yang menyasar figur politik atau fasilitas yang dikaitkan dengan elite Iran berpotensi memperluas konflik regional,” ujarnya.

Sebagai mantan presiden Iran periode 2005–2013, Ahmadinejad dikenal dengan retorika kerasnya terhadap Barat dan sikap tegas dalam isu nuklir. Di bawah kepemimpinannya, hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mengalami ketegangan signifikan. Meski tidak lagi menjabat, Ahmadinejad masih menjadi figur politik berpengaruh di dalam negeri. Serangan yang dikaitkan dengan lingkaran pengamanannya dapat dimaknai bukan sekadar insiden keamanan, tetapi juga simbol tekanan terhadap elite politik Iran.

Konflik terbuka antara Iran dan Israel, dengan keterlibatan Amerika Serikat, berpotensi memengaruhi stabilitas energi global dan jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz. Ketegangan ini juga meningkatkan kekhawatiran akan keterlibatan aktor-aktor regional lain.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah negara menyerukan penahanan diri. Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui juru bicaranya mengimbau semua pihak untuk menghindari tindakan yang dapat memperluas konflik. Insiden yang menimpa Ahmadinejad memperlihatkan betapa tipisnya garis antara simbol politik dan target militer dalam konflik modern. Di satu sisi, serangan semacam ini dimaknai sebagai pesan strategis dan di sisi lain berisiko menjadi percikan api yang membakar kawasan lebih luas.

Ketika seorang mantan presiden menjadi bagian dari pusaran konflik bersenjata, dunia diingatkan bahwa perang hari ini tidak hanya tentang wilayah, tetapi juga tentang simbol, persepsi, dan legitimasi.

Pertanyaannya lebih dari sekadar apakah Ahmadinejad selamat, melainkan sejauh mana kawasan Timur Tengah mampu menghindari spiral balasan yang tak berujung. 

Di tengah deru rudal dan diplomasi yang tersendat, harapan akan dialog tetap menjadi satu-satunya jalan yang lebih panjang, namun lebih menjanjikan, daripada dentuman yang sekejap namun menghancurkan. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll