Masyarakat Kota Batam akan disuguhi sebuah agenda dakwah berskala besar bertajuk "Indahnya Merayakan Cinta" yang digelar pada Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 19.00 WIB di Masjid Agung Raja Hamidah Batam Centre. Kegiatan yang diselenggarakan oleh KNPI Batam bekerja sama dengan Hijrah Fest ini menghadirkan dai kondang dan tokoh kenamaan, di antaranya Ustaz Abdul Somad, Ustaz Salim A. Fillah, Ustaz Lukmanul Hakim, Randi Zulmariadi, dan Arie Untung. Acara ini terbuka bagi seluruh masyarakat dan secara khusus menyasar kalangan muda yang tengah mencari makna cinta, hubungan, dan arah hidup dalam perspektif Islam.
Berbeda dari tabligh akbar pada umumnya yang banyak membahas persoalan fikih atau isu-isu keumatan, kegiatan ini mengambil tema yang dekat dengan keseharian generasi muda. Kata "cinta" dipilih bukan semata membahas hubungan romantis, melainkan sebagai pintu masuk untuk memahami hubungan manusia dengan Tuhan, keluarga, pasangan, dan sesama.
Kehadiran Salim A. Fillah menjadi salah satu daya tarik utama dalam tabligh akbar tersebut. Penulis buku best seller “Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta” itu dikenal luas melalui berbagai karya yang mengangkat tema cinta, pernikahan, persahabatan, serta perjalanan spiritual dengan gaya bahasa yang sederhana, hangat, dan mudah dipahami.
Penulis asal Yogyakarta tersebut juga kerap menyampaikan bahwa cinta bukan sekadar perasaan yang dirayakan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan tanggung jawab dan kedewasaan. Pandangan tersebut dinilai relevan di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi generasi muda dalam membangun relasi yang sehat di era digital. Karena itu, kehadirannya diperkirakan akan menarik perhatian kalangan remaja dan generasi muda yang sedang mencari pemahaman lebih mendalam tentang makna cinta dalam perspektif Islam.
Tema "Indahnya Merayakan Cinta" juga hadir pada saat berbagai survei menunjukkan bahwa anak muda Indonesia menghadapi tantangan baru dalam membangun hubungan sosial. Paparan media sosial, budaya instan, hingga perubahan pola komunikasi membuat banyak remaja dan kaum muda mengalami kebingungan dalam memahami komitmen, pernikahan, maupun makna cinta itu sendiri.
Di sisi lain, kegiatan dakwah yang dikemas secara lebih segar dan inklusif semakin diminati kalangan muda. Fenomena hijrah yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap ruang-ruang pembelajaran agama yang komunikatif dan dekat dengan realitas kehidupan mereka.
Demikian pula kehadiran Arie Untung, artis nasional sekaligus pendiri Hijrah Fest, menjadi magnet tersendiri bagi para peserta. Dalam beberapa tahun terakhir, ia dikenal aktif menginisiasi berbagai forum dakwah dan kegiatan inspiratif yang mengemas nilai-nilai keislaman dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat modern. Melalui Hijrah Fest, Arie Untung kerap menghadirkan diskusi yang tidak hanya membahas aspek ibadah, tetapi juga isu-isu aktual seperti ketahanan keluarga, pengembangan karier, kesehatan mental, pendidikan anak, hingga pengembangan diri.
Pendekatan dakwah yang komunikatif dan relevan dengan tantangan zaman tersebut membuatnya memiliki kedekatan tersendiri dengan kalangan muda, profesional, dan keluarga muda yang tengah berupaya menyeimbangkan kehidupan duniawi dan spiritual. Karena itu, penyelenggara berharap tabligh akbar ini dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah pembelajaran bagi masyarakat Batam.
Masjid Agung Raja Hamidah sendiri selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan terbesar di Batam dan kerap menjadi lokasi berbagai agenda dakwah yang dihadiri ribuan jamaah. Randi Zulmariadi selaku Ketua DPD KNPI Batam menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan membumi, terutama bagi generasi muda yang sedang mencari arah dalam kehidupan.
Sementara itu, sejumlah kalangan menilai pendekatan dakwah bertema cinta lebih efektif menjangkau anak muda dibandingkan ceramah yang terlalu normatif. Namun ada pula pandangan yang mengingatkan agar pembahasan cinta tidak berhenti pada romantisme semata, melainkan mampu menyentuh persoalan yang lebih substansial seperti tanggung jawab, keluarga, pendidikan karakter, hingga kesiapan membangun masa depan.
Tabligh akbar ini bukan hanya tentang bagaimana menemukan pasangan hidup. Tema cinta yang diangkat diharapkan mampu membuka ruang yang lebih luas untuk merenungkan bagaimana manusia mencintai dengan cara yang benar: mencintai Tuhan tanpa kehilangan dunia, mencintai sesama tanpa kehilangan akal sehat, dan mencintai diri sendiri tanpa terjebak dalam ego.
Di tengah zaman yang serba cepat, ketika hubungan seringkali dibangun dalam hitungan klik dan berakhir dalam hitungan detik, pesan tentang cinta yang tumbuh dari kesabaran, tanggung jawab, dan ketulusan menjadi semakin relevan. Mungkin itulah sebabnya tema ini terasa penting. Sebab banyak orang tidak kekurangan cinta, tetapi kekurangan pemahaman tentang bagaimana merawatnya.
Dan barangkali, di antara ribuan jamaah yang akan memenuhi Masjid Agung Raja Hamidah malam itu, ada anak-anak muda yang datang dengan pertanyaan bukan lagi siapa yang akan dicintai, melainkan bagaimana menjadi pribadi yang layak untuk mencintai dan dicintai. (Sal)