Warga Batam Kumpulkan Donasi Rp 4,5 Miliar untuk Sumatera

Wali Kota Batam Amsakar Ahmad menyampaikan bahwa masyarakat Batam berhasil mengumpulkan donasi...

Warga Batam Kumpulkan Donasi Rp 4,5 Miliar untuk Sumatera

Sosbud
01 Jan 2026
217 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Warga Batam Kumpulkan Donasi Rp 4,5 Miliar untuk Sumatera

Wali Kota Batam Amsakar Ahmad menyampaikan bahwa masyarakat Batam berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 4,5 miliar untuk korban bencana di Sumatera dalam momentum pergantian tahun. Penggalangan dana tersebut dibuka oleh Pemerintah Kota Batam sebagai bagian dari rangkaian perayaan malam tahun baru di kota industri dan kota tapal batas negeri.

Menurut Amsakar, perayaan tahun baru di Batam kali ini mengusung tema “Satu Hati untuk Negeri, Solidaritas untuk Sumatera”. Tema tersebut menjadi simbol kepedulian masyarakat Batam terhadap daerah-daerah yang terdampak banjir dan longsor, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Tema utamanya adalah bagaimana masyarakat Batam menyambut tahun baru dengan membangun energi kolektif, sebagai wahana solidaritas untuk saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Amsakar saat menyampaikan sambutan di panggung utama Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu malam, 31 Desember 2025.

Ia menjelaskan, donasi publik ini merupakan wujud empati dan perhatian masyarakat Batam terhadap warga yang tengah menghadapi musibah. Pemerintah Kota Batam membuka penggalangan dana melalui rekening khusus dan QRIS yang ditampilkan di dua layar besar di sisi panggung utama, sehingga masyarakat dapat langsung menyalurkan donasi secara terbuka dan transparan.

Hingga pukul 21.30 WIB, dana yang terkumpul mencapai Rp 4.589.740.911. “Ini sepenuhnya merupakan partisipasi masyarakat Kota Batam. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Amsakar, politikus Partai Gerindra tersebut.

Amsakar menambahkan, penggalangan dana akan terus dibuka hingga pergantian tahun, dengan harapan jumlah donasi terus bertambah. Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam juga telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 7,5 miliar untuk bencana banjir di Sumatera, masing-masing Rp 2,5 miliar untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Ditambah donasi warga Batam melalui rekening khusus sebesar Rp 4,5 miliar, serta rencana bantuan dari PLN sebesar Rp 2,5 miliar, maka total dukungan dari seluruh komponen di Kota Batam mencapai Rp 15 miliar,” jelasnya.

Selain penggalangan donasi, perayaan tahun baru di Batam juga diisi dengan doa bersama untuk para korban bencana agar segera pulih dan bangkit. Panggung acara turut dimeriahkan oleh penampilan artis nasional Sammy Simorangkir, empat band lokal Batam, serta puluhan tenant bazar kuliner yang meramaikan kawasan sekitar panggung.

Dalam acara Kenduri Akhir Tahun 2025, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam. Ia menyebutkan angka kemiskinan yang terus menurun, tingkat pengangguran terbuka yang semakin kecil, serta inflasi yang terjaga dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,89 persen, sebagai angka lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, realisasi investasi Batam hingga triwulan ketiga 2025 telah mencapai Rp 54,7 triliun dan terus menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Capaian ini menempatkan Batam sebagai salah satu daerah dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional,” ujarnya.

Amsakar juga menyampaikan bahwa Batam telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya sebagai kota inovatif, kota paling inovatif di daerah perbatasan, serta daerah investasi terbaik. “Penghargaan-penghargaan ini menunjukkan bahwa Batam terus bergerak menjadi kota yang lebih maju dan kompetitif,” tegasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaludin, jajaran TNI dan Polri, pimpinan lembaga peradilan, perwakilan instansi vertikal, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Batam, serta ribuan warga yang hadir dengan semangat kebersamaan.

Di tengah perayaan tahun baru yang lazim dirayakan dengan gemerlap dan euforia, Batam memilih jalan yang berbeda dengan tanpa menyalakan kembang api. Donasi miliaran rupiah yang terkumpul bukan sekadar angka, melainkan cermin solidaritas sebuah kota migran yang tumbuh dari keberagaman dan kerja kolektif. 

Ketika sebagian wilayah Sumatera dilanda bencana, Batam menunjukkan bahwa perayaan tidak selalu harus dirayakan dengan pesta semata, tetapi juga dengan empati. Di sanalah makna tahun baru menemukan kedalamannya: menatap masa depan sambil tetap menggenggam kepedulian pada sesama. (Sal)

Share :

Perspektif

Scroll