Bagaimana perjalanan pribadi dan cinta tak terduga mengubah cara kita melihat sosok kreator multitalenta ini?
Di tengah ketenarannya sebagai YouTuber, musisi, dan tokoh kreatif tanah air, perjalanan hidup Reza Oktovian, atau yang lebih dikenal sebagai Reza Arap, menyimpan kisah pribadi yang sarat pengalaman, pilihan, dan kehilangan. Lebih dari sekadar daftar fakta, kisahnya mengajak pembaca memahami bagaimana hidup membentuk pilihan dan bagaimana kehilangan membentuk kedalaman jiwa seseorang.
Reza Arap lahir pada 15 Oktober 1987 di Jakarta dengan nama lengkap Muhammad Reza Oktovian. Ia tumbuh di tengah keluarga yang sejak dini menghadapi ujian berat: perceraian orang tua dan perjuangan ekonomi yang sangat nyata.
Nama Muhammad sempat disematkan karena doa sang ibu atas kesehatannya yang rapuh sewaktu bayi, namun kini nama itu tak lagi ia gunakan di ranah publik. Ia pernah menjelaskan bahwa nama itu punya makna religius kuat yang menurutnya tak lagi mencerminkan identitas hidupnya saat ini.
“Saya merasa nama itu mulia sekali …. nama itu untuk orang yang hidup dengan nilai-nilai tertentu, sementara hidup saya penuh hal-hal yang kontras dengan itu,” kata Reza soal keputusannya melepas nama tersebut.
Reza tumbuh sebagai anak tunggal yang dibesarkan oleh ibunya seorang diri setelah perceraian orang tuanya. Sang ibu, dulu guru tari latin, menjadi figur dominan dalam hidupnya. Bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi juga mentor dan sahabat yang mendukung setiap langkahnya menuju dewasa.
Ibunya bahkan pernah harus menjual barang-barang rumah demi biaya pendidikan dan kebutuhan Reza. Keadaan ini menunjukkan bagaimana seorang ibu bertindak sebagai pilar tunggal yang membentuk karakter pria yang kini kita kenal sebagai Reza Arap.
Hubungan emosional antara Reza Arap dan ibunya tak hanya sebatas orang tua dan anak, melainkan juga menjadi sahabat, pendukung, dan pendorong bagi Reza sepanjang hidupnya.
Meski jarang dibahas, Reza pernah menyebut pekerjaan ayahnya sebagai seorang pengusaha pabrik kapas yang beroperasi di Tangerang dan memiliki relasi bisnis sampai ke luar negeri.
Namun, hubungan itu tak langsung menciptakan keintiman. Ayahnya meninggalkan keluarga ketika Reza masih kecil, dan belakangan kabar duka tentang kematiannya disampaikan oleh ibunya.
Ketika ditawarkan warisan, termasuk aset perusahaan dan mobil, setelah kematian sang ayah, Reza justru memilih untuk menolak warisan tersebut. Ia merasa ingin berdiri di atas kakinya sendiri, tanpa mengandalkan apa pun yang diwariskan dari masa lalu keluarganya.
Pilihan ini sempat mengejutkan banyak pihak, namun bagi Reza ia adalah pernyataan prinsip hidup yang tegas. Kisah hidup Reza Arap tidak berhenti sebagai rangkaian fakta yang bisa dibaca dalam daftar poin. Ia adalah potret seseorang yang sejak dini harus beradaptasi dengan dunia yang tak selalu ramah, yang belajar untuk mencintai diri sendiri lewat apa yang ia pilih sendiri, bukan yang diwariskan padanya.
Perjalanan hidupnya mengajarkan bahwa ekspektasi sosial dan fakta keluarga seringkali berjalan di jalur yang berbeda. Di luar layar media sosial dan dunia hiburan, ada realitas manusia yang berkembang dari pengalaman pahit dan manis, yang menentukan nilai-nilai hidup serta cita-cita yang tidak selalu sama dengan jejak keluarga asal.
Belakangan, publik tak hanya melihat sosok Reza Arap sebagai kreator dan entertainer, tetapi juga sebagai manusia yang mencintai dan berduka. Pada tanggal 23 Januari 2026, selebgram dan influencer Lula Lahfah, yang dikenal luas sebagai kekasih Reza Arap, ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Persis ketika kedekatan emosional mereka menarik perhatian publik dan media sosial dalam beberapa bulan terakhir.
Lula, berusia 26 tahun, dikenal sebagai sosok yang sangat aktif di dunia digital, dengan jutaan pengikut dan keterlibatan dalam berbagai proyek kreatif dan hiburan. Ia ditemukan oleh petugas keamanan dalam kondisi sudah tidak bernyawa sekitar pukul 18.44 WIB, dan jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk pemeriksaan lanjutan.
Pihak kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kematian dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk Reza Arap sendiri, yang dikonfirmasi berada tak jauh dari tempat kejadian. Hal ini dilakukan demi merangkai kronologi yang akurat tanpa berspekulasi.
Prosesi pemakaman Lula di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, menjadi momen haru yang terekam publik, termasuk saat Reza berusaha menahan kesedihan dan dukungan dari kerabat dekat.
Di media sosial, Reza menuliskan pesan singkat yang mencerminkan perasaan kehilangan mendalam: “Take me instead”. Sebuah ungkapan perasaan yang menusuk, dimana ia tampak siap menerima apa pun untuk menggantikan orang yang dicintainya. Meski begitu, pesan itu juga menjadi renungan tentang betapa rapuhnya manusia di hadapan duka.
Reza kemudian meminta kepada publik agar doa-doa yang dipanjatkan bukan hanya untuk dirinya, tetapi terutama untuk keluarga Lula yang tengah berduka.
Kisah kekasihnya yang meninggal ini menjadi pengingat bahwa di balik sosok yang sering kita saksikan di layar. Dengan tawa, karya, dan persona kuat, adakalanya tersembunyi realitas kehidupan yang rapuh, penuh kehilangan, dan membutuhkan empati. Ini mengikis batas antara persona publik dan manusia yang mengalami duka nyata.
Reza Arap bukan sekadar figur hiburan. Tapi simbol dari bagaimana seseorang menjalani hidup dengan pilihan sadar, diwarnai pengalaman masa kecil, pengabdian orang tua tunggal, dan cinta yang tak sempat tuntas dalam pelukan masa depan. Dari meninggalkan warisan untuk memilih kemandirian, hingga merasakan kehilangan yang tak terkatakan, perjalanan hidupnya mencerminkan pertanyaan besar tentang apa yang membuat hidup terasa bermakna di tengah dunia yang cepat menilai. (Red)