Batam Raih Anugerah Nasional SPPG Inspiradaya 2025

Kota Batam kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Penganugerahan SPPG...

Batam Raih Anugerah Nasional SPPG Inspiradaya 2025

Sosbud
17 Des 2025
183 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Batam Raih Anugerah Nasional SPPG Inspiradaya 2025

Kota Batam kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Penganugerahan SPPG Inspiradaya 2025 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Selasa (9/12/2025), Batam menerima apresiasi atas konsistensinya membangun ekosistem pemenuhan gizi yang inklusif dan berdaya.

Penghargaan ini tidak berdiri sendiri. Ia lahir dari upaya panjang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam yang selama ini menjadi garda depan dalam memperkuat ketahanan pangan lokal melalui Program Makan Bergizi Gratis. 

Di balik kegiatan yang tampak administratif, ada gagasan yang ingin ditegaskan bahwa pelayanan gizi bukan semata soal distribusi makanan, melainkan membangun sistem yang melibatkan warga, pelaku usaha lokal, hingga komunitas yang menjaga denyut ekonomi sehari-hari.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menafsirkan penghargaan tersebut sebagai sinyal bahwa kota ini berada di jalur yang benar. Menurutnya, penguatan ekosistem pangan hanya mungkin berjalan jika pemerintah dan masyarakat menata langkah secara bersama.

“Ini menjadi dorongan bagi kami untuk mengembangkan program yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha lokal. Kami ingin kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemasok pangan terjaga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Di tingkat nasional, Penganugerahan SPPG Inspiradaya 2025 menjadi panggung utama untuk melihat bagaimana sebuah inovasi sosial bertumbuh. Kemenko Pemberdayaan Masyarakat (PM) menilai SPPG yang masuk dalam seleksi tidak hanya menunjukkan praktik baik dalam memperkuat kemitraan dengan pemasok bahan pangan, tetapi juga dalam menata partisipasi masyarakat yang lebih inklusif serta mendorong pendekatan yang sensitif terhadap aspek sosial dan ekologis.

Deputi III Bidang Koordinasi PM Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris, menyebut bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar penilaian, melainkan ruang refleksi bagi setiap SPPG.

“Kegiatan ini adalah bagian dari aspirasi bagaimana SPPG bisa memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan data Badan Gizi Nasional per 8 Desember, terdapat 17.084 SPPG yang telah beroperasi di Indonesia. Menunjukkan terhubungnya sebuah jaringan besar yang memberdayakan lebih dari 854 ribu tenaga kerja dan melayani 45,9 juta penerima manfaat. Dari 110 SPPG yang masuk dalam proses seleksi tahun ini, 20 di antaranya ditetapkan sebagai penerima penghargaan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa SPPG merupakan simpul penting dalam penguatan rantai pasok pangan nasional.

“Sebagai instrumen pemberdayaan, SPPG harus terus memperkuat ekosistem yang melibatkan pelaku ekonomi lokal, terutama komunitas yang menopang proses produksinya,” ujar Cak Imin.

Di tengah kritik banyak pihak terhadap program MBG, melalui ajang penghargaan ini dapat menunjukkan dampak nyata secara sosial dan ekonomi masyarakat. Di samping mengingatkan bahwa kualitas layanan gizi tidak hanya ditentukan oleh statistik angka, tetapi oleh cara sebuah kota dalam mengelola solidaritas, kolaborasi, dan visi jangka panjang tentang kesejahteraan masyarakatnya.(Red)

 

Share :

Perspektif

Scroll