Pawai Juara Persib Dinodai Insiden, dari Ponsel Hilang hingga Korban Meninggal

Perayaan gelar juara Super League 2025/2026 yang diraih Persib Bandung pada Minggu, 24 Mei 2026,...

Pawai Juara Persib Dinodai Insiden, dari Ponsel Hilang hingga Korban Meninggal

Sports
25 Mei 2026
394 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Pawai Juara Persib Dinodai Insiden, dari Ponsel Hilang hingga Korban Meninggal

Perayaan gelar juara Super League 2025/2026 yang diraih Persib Bandung pada Minggu, 24 Mei 2026, berubah menjadi ironi di sejumlah titik Kota Bandung. Ribuan Bobotoh memadati jalur konvoi dari Gedung Sate hingga Pendopo Kota Bandung untuk merayakan keberhasilan Maung Bandung meraih gelar beruntun. Namun di tengah lautan biru dan euforia kemenangan itu, muncul serangkaian insiden yang memicu kritik publik ketika ada pemain justru kehilangan barang pribadi, pelatih tersulut emosi, aksi suporter dinilai berlebihan, tumpukan sampah menggunung, hingga laporan dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga berkaitan dengan pesta konvoi. 

Sejak pagi, suasana Bandung memang telah berubah menjadi panggung pesta rakyat. Jalan-jalan utama dipenuhi iring-iringan kendaraan, flare, bendera raksasa, dan nyanyian suporter. Pemerintah Kota Bandung bahkan menyiapkan pengamanan serta rekayasa lalu lintas demi mengakomodasi antusiasme warga. Namun membeludaknya massa membuat sejumlah titik sulit dikendalikan.

Salah satu insiden yang paling ramai diperbincangkan adalah hilangnya ponsel milik bek Persib, Frans Putros. Dalam situasi yang sangat padat, Putros disebut harus berjalan kaki bersama rekan-rekannya menuju Pendopo Kota Bandung karena kendaraan rombongan tidak bisa menembus kerumunan. Di tengah desakan massa itulah ponselnya dilaporkan hilang. 

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, membenarkan insiden tersebut. “Secara keseluruhan sekarang ini sebetulnya berjalan sangat lancar, tapi memang ketika pemain akan dibawa ke pendopo untuk istirahat dan titik terakhir, ya tersendat karena enggak ada kendaraan yang bisa tembus. Jadi terpaksa jalan. Putros kehilangan handphone itu insiden yang saya tahu,” ujar Farhan. 

Tak hanya Putros, bek asal Italia Federico Barba juga menjadi sorotan. Dalam beberapa video yang viral di media sosial, Barba tampak emosional setelah kepalanya terkena tiang bendera suporter saat berada di kendaraan konvoi. Di momen lain, ia terlihat mendorong seorang Bobotoh yang terlalu dekat dengannya. Reaksi itu memunculkan perdebatan di media sosial. Sebagian menilai Barba hanya bereaksi spontan demi melindungi diri di tengah situasi yang semrawut, sementara sebagian lain menilai tindakan tersebut berlebihan. 

Penyerang Persib, Andrew Jung, juga mengalami pengalaman tak menyenangkan. Kacamata yang dikenakannya hampir diambil oleh oknum suporter saat kerumunan semakin sulit dikendalikan. Meski berhasil diamankan, insiden tersebut memperlihatkan bahwa tidak semua orang hadir dalam konvoi dengan semangat merayakan kemenangan secara sehat.

Sementara itu, pelatih Bojan Hodak tampak kesal setelah disiram air oleh oknum suporter ketika sedang menyapa massa. Video reaksinya tersebar luas di media sosial dan memancing simpati dari publik. Sebab, Bojan yang selama ini dikenal sebagai figur yang dekat dengan Bobotoh dan berperan besar dalam keberhasilan Persib mempertahankan gelar juara menjadi marah di tengah kerumunan massa.

Sebenarnya, jauh sebelum pesta juara berlangsung, Bojan sudah mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan dan ketertiban saat perayaan. Ia bahkan sempat menyinggung pengalaman konvoi sebelumnya yang memakan korban jiwa. “Saya harap semuanya tetap dalam kendali dan kita enggak mengalami situasi kayak tahun lalu di mana ada yang meninggal,” kata Bojan dalam konferensi pers sebelum laga penentuan Persib. 

Rupanya setelah pesta usai, kabar duka justru muncul. Pemerintah Kota Bandung mengungkapkan ada dua orang meninggal dunia dalam rangkaian perayaan konvoi. Wali Kota Farhan menyebut korban diduga mengalami kecelakaan lalu lintas yang berkaitan dengan konsumsi minuman keras. “Semalam itu ditemukan korban lagi wafat yang kedua kecelakaan lalu lintas karena minuman keras,” ujar Farhan. 

Selain korban jiwa, persoalan sampah juga menjadi sorotan. Petugas kebersihan harus mengangkut berton-ton sampah dari pusat kota Bandung usai perayaan. Botol plastik, sisa makanan, hingga botol minuman keras ditemukan berserakan di sejumlah ruas jalan. Pemerintah kota menyebut volume sampah meningkat tajam selama dua hari pesta kemenangan berlangsung. 

Di media sosial, respons publik terbelah. Banyak Bobotoh mengecam tindakan oknum yang dianggap mencoreng nama besar Persib dan loyalitas suporter sejati. Namun ada pula suara yang menilai pengamanan dan pengelolaan massa sejak awal memang belum maksimal, mengingat besarnya antusiasme masyarakat terhadap konvoi juara. Diskusi publik di forum-forum internet juga memperlihatkan keluhan warga terkait kebisingan, kemacetan, hingga rasa tidak aman selama iring-iringan berlangsung. 

Di satu sisi, sulit menyangkal bahwa Persib memiliki basis dukungan yang sangat besar dan emosional. Gelar juara tiga kali secara beruntun menjadi pencapaian historis yang membuat ribuan orang merasa memiliki alasan untuk turun ke jalan merayakan kebanggaan kolektif mereka. Namun di sisi lain, perayaan sebesar apa pun tetap membutuhkan kesadaran bahwa ruang publik adalah milik bersama.

Sepak bola sejatinya lahir dari gairah, solidaritas, dan rasa memiliki. Tetapi ketika euforia berubah menjadi tindakan yang membahayakan orang lain, maka kemenangan perlahan kehilangan maknanya. Sorak-sorai bisa berhenti dalam sehari, konvoi bisa bubar menjelang malam, tetapi luka, trauma, dan kehilangan yang ditinggalkan akan tinggal jauh lebih lama.

Barangkali di situlah makna penting dari sebuah pesta juara Persib tahun ini bahwa menjadi suporter bukan hanya soal seberapa keras bernyanyi di jalanan, melainkan juga tentang seberapa mampu menjaga martabat klub yang dicintainya. Karena kemenangan terbesar sebuah tim tidak selalu diukur dari jumlah trofi, tetapi dari bagaimana para pendukungnya mampu merayakan kemenangan tanpa melukai siapa pun. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll