Batam dan Tanjungpinang Sambut Piala Dunia 2026, Nobar Disiapkan di Ruang-Ruang Ikonik

Pemerintah daerah, BP Batam, TVRI Kepulauan Riau, pelaku usaha, hingga organisasi olahraga mulai...

Batam dan Tanjungpinang Sambut Piala Dunia 2026, Nobar Disiapkan di Ruang-Ruang Ikonik

Sports
24 Mei 2026
395 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Batam dan Tanjungpinang Sambut Piala Dunia 2026, Nobar Disiapkan di Ruang-Ruang Ikonik

Pemerintah daerah, BP Batam, TVRI Kepulauan Riau, pelaku usaha, hingga organisasi olahraga mulai mempersiapkan sedikitnya 30 titik nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di berbagai wilayah Kepulauan Riau menjelang kick off turnamen pada 11 Juni 2026. Sejumlah ruang publik seperti Taman Gurindam 12, Pulau Penyengat, hingga kawasan terbuka di Batam dan Tanjungpinang diproyeksikan menjadi pusat keramaian masyarakat selama ajang sepak bola terbesar dunia itu berlangsung hingga 19 Juli 2026.

Persiapan tersebut mulai terlihat sejak pertemuan antara Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, dan Kepala Stasiun TVRI Kepulauan Riau, Yenni Marlinda, di Gedung Annex 2 BP Batam, Batam Centre, awal Mei lalu. Pertemuan itu membahas kolaborasi penyiaran dan aktivitas publik yang diarahkan bukan hanya untuk menyemarakkan Piala Dunia, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

Di banyak kota, Piala Dunia memang kerap menjadi lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Turnamen ini sering berubah menjadi peristiwa sosial yang menghidupkan ruang publik, mempertemukan warga lintas usia, sekaligus menggerakkan pedagang kecil di sekitar lokasi keramaian.

Ariastuty Sirait mengatakan media publik memiliki peran penting dalam membangun euforia yang sehat dan inklusif. Menurut dia, kolaborasi antara BP Batam dan TVRI diharapkan mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi. “Kami menyambut kolaborasi ini dan berharap seluruh kegiatan berjalan lancar,” kata Ariastuty.

Dari sisi penyiaran, Kepala TVRI Kepri Yenni Marlinda menjelaskan bahwa TVRI menjadi pemegang hak siar resmi FIFA untuk wilayah Indonesia. Pertandingan Piala Dunia 2026 nantinya dapat diakses masyarakat melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport di televisi digital berbasis UHF. Di tengah antusiasme itu, persoalan akses siaran menjadi perhatian. Sebagian masyarakat di daerah masih menggunakan televisi analog sehingga membutuhkan perangkat tambahan berupa set top box untuk menikmati siaran digital.

TVRI juga membuka registrasi layanan informasi melalui laman resmi “Bola Gembira” guna memperluas keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pendukung Piala Dunia. Menurut Yenni, kegiatan nobar berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung, terutama bagi pelaku usaha mikro dan pedagang kuliner di sekitar lokasi acara. “Euforia Piala Dunia kami harap memberi dampak positif bagi pelaku UMKM di Kepulauan Riau, khususnya Batam,” ujarnya.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Dalam berbagai perhelatan olahraga besar, peningkatan aktivitas masyarakat biasanya ikut mendongkrak sektor informal, mulai dari pedagang makanan, usaha minuman, jasa parkir, hingga penjualan atribut olahraga. Di Tanjungpinang, sejumlah lokasi strategis mulai dipersiapkan sebagai pusat nobar. Taman Gurindam 12 dan Pulau Penyengat menjadi dua kawasan yang masuk dalam rencana penyelenggaraan karena dinilai memiliki daya tarik wisata sekaligus ruang terbuka yang memadai.

Pemerintah daerah bersama Dinas Pariwisata Kepri, hotel, restoran, hingga komunitas olahraga mulai dilibatkan dalam tahap persiapan. Nobar tidak lagi dipandang sekadar acara menonton bersama, tetapi juga bagian dari strategi menghidupkan destinasi wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat. “Nanti akan dikurasi lagi, apakah nobarnya bersifat komersial ataupun nonkomersial,” kata Yenni saat menghadiri kegiatan Roadshow Bola Gembira dan Coaching Clinic di Arena Sukan Kampus UMRAH, Pulau Dompak, Jumat, 22 Mei 2026.

Selain nobar, TVRI Kepri juga menggelar sejumlah program pendukung seperti Coaching Clinic Bintang Muda Kepri, pertandingan ekshibisi, dan sosialisasi olahraga untuk pelajar dan mahasiswa. “Kami mengadakan sosialisasi nobar Piala Dunia, Coaching Clinic Bintang Muda Kepri, program Kepri Sport hingga pertandingan ekshibisi,” ujar Yenni.

Sementara Ketua KONI Tanjungpinang, Abdul Halim, menilai momentum Piala Dunia seharusnya tidak berhenti pada euforia sesaat. Menurut dia, ajang ini bisa menjadi titik awal membangkitkan kembali gairah sepak bola di daerah, terutama di kalangan generasi muda. “Jadi ketika nobar berlangsung, aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak,” katanya. KONI Tanjungpinang bahkan menyiapkan Lapangan Pamedan Ahmad Yani sebagai salah satu opsi lokasi nobar karena memiliki kapasitas ruang terbuka yang luas.

Meski demikian, Abdul mengingatkan bahwa keramaian penonton semestinya juga diimbangi dengan edukasi olahraga. Ia berharap setiap titik nobar nantinya dapat diisi diskusi sepak bola yang menghadirkan pelatih, praktisi, dan pembina olahraga berlisensi agar manfaatnya tidak berhenti pada hiburan. “Melalui ajang Piala Dunia ini, diharapkan dapat menggairahkan dunia sepak bola di Tanjungpinang,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah pengamat sosial menilai pemerintah perlu memastikan euforia besar seperti Piala Dunia tidak hanya menjadi pesta konsumsi sesaat. Ruang publik yang ramai memang dapat menghidupkan ekonomi, tetapi manfaatnya akan lebih terasa bila diiringi penguatan UMKM lokal, pembinaan olahraga usia muda, dan akses siaran yang merata hingga ke masyarakat kecil.

Piala Dunia selalu menghadirkan cerita tentang kemenangan dan kekalahan di atas lapangan. Namun di luar stadion, turnamen ini juga sering memperlihatkan bagaimana sebuah kota membangun harapan bersama. Di Batam dan Tanjungpinang, layar besar mungkin hanya akan menyala selama 90 menit pertandingan berlangsung. Tetapi jika dikelola dengan baik, ruang-ruang publik yang hidup dari nobar itu bisa meninggalkan sesuatu yang lebih lama tentang percakapan antarwarga, tumbuhnya ekonomi kecil, dan mimpi anak-anak yang mulai percaya bahwa sepak bola bukan hanya tontonan dunia, melainkan juga bagian dari masa depan mereka. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll