Pemeriksaan Paru-Paru Massal Relawan MBG: Fakta Apa yang Terungkap?

Halaman depan kantor dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Bengkong Laut 1 sedang dipadati...

Pemeriksaan Paru-Paru Massal Relawan MBG: Fakta Apa yang Terungkap?

Kesehatan
16 Des 2025
177 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Pemeriksaan Paru-Paru Massal Relawan MBG: Fakta Apa yang Terungkap?

Halaman depan kantor dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Bengkong Laut 1 sedang dipadati kerumunan pada Jumat, 5 Desember 2025, yang menandai sedang berlangsung kegiatan Pemeriksaan Paru-paru Gratis untuk Para Relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan berlangsung cukup kondusif adalah kerjasama antar pihak terkait, yaitu Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Batam, Puskesmas Tanjung Buntung, dan Klinik Edulab Kota Batam.

Pemeriksaan dilakukan terhadap para relawan SPPG mulai dari Dapur 1 sampai Dapur 6 yang dilakukan secara bergiliran sejak pukul 07.00 WIB dan akan berlangsung sampai pukul 16.00 WIB. Mengingat setiap dapur rata-rata berjumlah 45-47 orang, sehingga total kurang lebih 270 orang yang menjalani pemeriksaan Rontgen Paru-paru.

Dilakukan secara bergilir, setelah melengkapi isian formulir yang sudah dibagikan di lokasi dapur masing-masing, lalu datang ke lokasi kegiatan di SPPG Dapur Bengkong Laut 1 sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pada jam masing-masing dapur semua datang ke lokasi. Kemudian dipanggil satu-persatu untuk lebih dahulu dicek tensi, berat dan tinggi badan, atau jika ada keluhan.

Kemudian secara bergilir masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di lokasi, di dalamnya ada mesin Rontgen Paru, atau Rontgen Dada/Thorax sebagai alat pemeriksaan menggunakan pencitraan sinar-X. 

Tujuannya untuk melihat kondisi organ di rongga dada seperti paru-paru, jantung, dan tulang rusuk, guna mendiagnosis masalah pernapasan seperti pneumonia, TB, tumor, patah tulang rusuk, atau cairan di paru-paru. 

Pemeriksaan ini sering direkomendasikan untuk mengecek sebuah gejala seperti batuk kronis, sesak napas, dan nyeri dada, yang prosedurnya dilakukan secara non-invasif, yaitu pasien diminta menghadapkan dadanya ke depan mesin, saat difoto sambil menahan napas, dan hasilnya akan menunjukkan gambaran organ dengan warna berbeda (udara hitam, tulang putih).  

Hasilnya akan diberitahu langsung. Jika ada gejala akan dilakukan tahap lebih lanjut. Seperti salah satu peserta, Bapak Basuki asal dapur SPPG Bengkong Laut 2, “Saya disuruh mengeluarkan dahak untuk dituangkan ke stoples kecil yang tersedia.” 

Pemeriksaan secara intensif, jika hasil Rontgen dan ludah menunjukkan sebuah gejala pada penyakit, “Kami akan telepon segera. Untuk memastikan penjelasan dan instruksi lebih lanjut bagi semua peserta,” ujar salah satu tim pemeriksa dari Dinas Kesehatan.

Lebih lanjut ia menerangkan kegiatan ini diharapkan agar layanan program pemerintah MBG berjalan secara aman bagi penerima manfaat. Para relawan adalah tonggak terdepan Penjamah Makanan dalam prosesnya sebelum dibagikan kepada anak-anak sekolah, ibu hamil dan menyusui sebagai Penerima Manfaat atas program berskala nasional ini. 

 

Share :

Perspektif

Scroll