Era AI dan Cloud Dorong Indonesia Perkuat Kabel Laut Batam-Jakarta

Di tengah lonjakan penggunaan kecerdasan buatan (AI), layanan cloud, dan kebutuhan internet...

Era AI dan Cloud Dorong Indonesia Perkuat Kabel Laut Batam-Jakarta

20 Mei 2026
1968 x Dilihat
Share :

Di tengah lonjakan penggunaan kecerdasan buatan (AI), layanan cloud, dan kebutuhan internet berkecepatan tinggi, PT NAP Info Lintas Nusa bersama Matrix Networks memperkuat kapasitas kabel bawah laut Batam–Jakarta melalui sistem Matrix Cable System (MCS). Penguatan yang diumumkan pada Selasa (19/5/2026) itu dilakukan dengan mengadopsi teknologi optik koheren generasi terbaru untuk meningkatkan kemampuan transmisi data hingga 1 terabit per detik (Tb/s) per kanal di jalur sepanjang 1.055 kilometer. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas digital Indonesia sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional yang terus meningkat. 

Di balik proyek teknologi tersebut, masa depan ekonomi digital Indonesia sangat bergantung pada “urat saraf” yang tersembunyi di dasar laut. Kabel-kabel bawah laut itu bukan hanya infrastruktur teknis, melainkan jalur lalu lintas utama data, transaksi ekonomi, layanan cloud, media sosial, hingga aktivitas kecerdasan buatan yang kini mulai mengubah kehidupan manusia.

Matrix Cable System selama ini menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura sebagai pusat konektivitas internet dan cloud global. Dengan peningkatan teknologi terbaru WaveLogic 6 Extreme (WL6e) dari Ciena, kapasitas jaringan dapat ditingkatkan tanpa perlu membangun kabel baru. Teknologi tersebut disebut memiliki efisiensi spektral lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya sehingga operator dapat memaksimalkan kapasitas transmisi data pada infrastruktur yang sudah ada. 

Direktur Matrix NAP Info, Omar Syarif Nasution, mengatakan peningkatan ini bukan sekadar penambahan bandwidth, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam memperkuat posisinya di peta konektivitas global. “Dengan mengimplementasikan teknologi optik koheren paling canggih yang tersedia saat ini, kami memastikan keberlanjutan dan kesiapan masa depan backbone konektivitas internasional Indonesia, serta memastikan pelanggan kami memiliki akses terhadap bandwidth yang dibutuhkan untuk bersaing di era AI dan cloud,” ujarnya. 

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana perkembangan AI dan komputasi awan telah mengubah kebutuhan infrastruktur digital dunia. Jika dahulu internet hanya menopang komunikasi dan distribusi informasi, kini jaringan digital harus menopang komputasi besar, pusat data raksasa, layanan streaming, hingga sistem AI yang membutuhkan lalu lintas data jauh lebih besar.

Regional Managing Director ASEAN Ciena, Alex Wong, bahkan menyebut Indonesia sedang bergerak menjadi salah satu pusat konektivitas strategis di Asia-Pasifik. “Indonesia tengah berkembang menjadi salah satu hub konektivitas paling strategis di Asia-Pasifik, didorong oleh pertumbuhan pesat adopsi cloud, beban kerja AI, dan layanan digital,” kata Alex Wong. 

Namun di tengah optimisme tersebut, sejumlah pengamat menilai pembangunan infrastruktur digital nasional masih menyimpan tantangan besar. Penguatan kabel bawah laut memang meningkatkan kapasitas jaringan internasional, tetapi belum otomatis menyelesaikan persoalan ketimpangan akses internet di dalam negeri.

Data berbagai lembaga menunjukkan bahwa kualitas konektivitas digital Indonesia masih timpang antara kota besar dan wilayah pinggiran. Infrastruktur backbone tumbuh cepat di koridor ekonomi utama seperti Jakarta, Batam, dan Singapura, sementara banyak wilayah terpencil masih menghadapi keterbatasan akses internet stabil dan murah.

Sebagian analis juga mengingatkan bahwa ketergantungan besar terhadap jalur internasional dan pusat data luar negeri dapat membuat Indonesia rentan secara strategis. Sebab, meski lalu lintas data meningkat pesat, sebagian besar arus data nasional masih terhubung ke pusat cloud global yang banyak berlokasi di Singapura dan negara lain di kawasan.

Pendekatan optimalisasi kabel yang sudah ada dinilai lebih efisien dibanding pembangunan kabel baru yang membutuhkan biaya besar dan waktu panjang. Matrix NAP Info menyebut peningkatan kapasitas ini juga mendukung efisiensi investasi serta membantu mengurangi jejak karbon karena memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia. 

Secara teknis, langkah tersebut memperlihatkan perubahan paradigma pembangunan infrastruktur digital global. Negara-negara kini tidak hanya berlomba membangun jaringan baru, tetapi juga berlomba meningkatkan efisiensi dan kapasitas dari infrastruktur yang telah ada. Dalam konteks ini, kabel bawah laut menjadi aset geopolitik sekaligus ekonomi yang sangat penting.

Saat ini, sebagian besar lalu lintas internet dunia memang ditopang oleh kabel bawah laut. Jalur-jalur tersebut menjadi tulang punggung pertukaran data internasional, transaksi keuangan, layanan cloud, hingga komunikasi global. Gangguan pada kabel bawah laut bahkan dapat memengaruhi konektivitas nasional dan aktivitas ekonomi digital suatu negara. Matrix Cable System sendiri merupakan salah satu sistem kabel laut strategis yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura sejak mulai beroperasi pada 2008. Sistem ini memiliki titik pendaratan di Jakarta, Batam, dan Singapura. 

Di tengah percepatan transformasi digital, penguatan jalur Batam–Jakarta memperlihatkan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh jalan raya, pelabuhan, atau bandara, tetapi juga oleh jalur-jalur di dasar laut yang jarang dilihat publik. Di sana, miliaran data bergerak setiap detik, membawa transaksi ekonomi, pengetahuan, hiburan, bahkan percakapan kita.

Pembangunan infrastruktur digital adalah berbicara tentang arah masa depan bangsa. Apakah teknologi hanya akan memperbesar ketimpangan, atau justru membuka akses pengetahuan dan kesempatan yang lebih merata bagi semua orang. Sebab di era AI dan cloud hari ini, negara yang mampu menguasai konektivitas bukan hanya memenangkan persaingan teknologi, tetapi juga menentukan bagaimana masyarakatnya hidup, bekerja, berpikir, dan bermimpi tentang masa depannya. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll