PSSI Targetkan Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia Paling Lambat Bulan Depan

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menargetkan pengumuman pelatih baru Tim Nasional...

PSSI Targetkan Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia Paling Lambat Bulan Depan

Sports
16 Des 2025
237 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

PSSI Targetkan Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia Paling Lambat Bulan Depan

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menargetkan pengumuman pelatih baru Tim Nasional Indonesia paling lambat pada bulan depan. Hingga kini, federasi menyebut proses seleksi telah mengerucut pada dua kandidat utama yang sedang didalami secara serius.

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Endri Erawan, mengatakan penunjukan pelatih kali ini diarahkan untuk kepentingan jangka panjang dengan target ambisius: membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Karena itu, PSSI menegaskan proses rekrutmen dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Target kita tidak main-main. Kita ingin berusaha lolos ke Piala Dunia 2030. Maka pelatih yang kami cari harus kompeten, memiliki rekam jejak yang jelas, dan benar-benar siap secara menyeluruh,” ujar Endri dalam konferensi pers di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025, seperti dikutip dari Antara.

Endri menegaskan PSSI tidak ingin mengulangi kesalahan dalam penunjukan pelatih sebelumnya, menyusul kegagalan timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026 di bawah asuhan Patrick Kluivert. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi federasi.

“Kami tidak ingin membeli kucing dalam karung. Pelatih yang kami pilih harus memiliki komitmen penuh dan hati untuk Indonesia. Kami tidak ingin kejadian yang kurang baik terulang kembali,” katanya.

Dua nama kandidat terkuat tersebut diperoleh setelah PSSI melakukan proses wawancara terhadap lima pelatih yang berbasis di Eropa. Wawancara dilakukan oleh tim kecil yang terdiri dari Endri Erawan, anggota Exco PSSI Muhammad, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers, serta Penasihat Teknik Jordi Cruyff.

Menurut Endri, metode seleksi ini meniru pola yang pernah diterapkan PSSI saat menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas pada awal 2020. Evaluasi atas kegagalan di fase lanjutan kualifikasi Piala Dunia sebelumnya membuat PSSI merasa perlu melakukan seleksi yang lebih mendalam.

“Waktu menunjuk Shin Tae-yong, kami juga melakukan interview. Dari pengalaman kegagalan kemarin, terutama di ronde empat, kami menilai perekrutan pelatih harus jauh lebih matang. Karena itu, proses wawancara kembali kami terapkan,” ujarnya.

Dalam setiap sesi wawancara yang berlangsung sekitar dua hingga dua setengah jam, PSSI menggali kesiapan para kandidat untuk bekerja penuh waktu bersama timnas Indonesia. Fokus utama wawancara adalah komitmen, kesiapan teknis, serta kesediaan calon pelatih untuk terlibat secara total.

“Interview itu untuk melihat apakah calon pelatih benar-benar siap bekerja all out untuk timnas Indonesia. Hasilnya kemudian kami laporkan kepada Ketua Umum PSSI sebagai bahan pertimbangan akhir,” kata Endri.

Selain dituntut mengejar prestasi, pelatih baru timnas senior juga diharapkan berkontribusi pada pengembangan sepak bola nasional. PSSI menekankan pentingnya alih pengetahuan kepada pelatih lokal sebagai bagian dari pembangunan ekosistem sepak bola Indonesia.

“Kalau perlu, pelatih tersebut pindah dan tinggal di Indonesia. Harapan kami, pelatih yang dipilih nanti tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pelatih-pelatih lokal,” ujar Endri.

PSSI juga merencanakan agar pelatih timnas senior merangkap tugas sebagai pelatih timnas U-23. Federasi menargetkan pengumuman resmi pelatih baru dapat dilakukan dalam waktu dekat, baik pada bulan ini maupun paling lambat bulan depan.

(Sadur berita dari Tempo.co)

Share :

Perspektif

Scroll