OpenAI Luncurkan ChatGPT Health, Ruang Khusus Diskusi Kesehatan Pengguna

OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT Health, fitur baru yang menyediakan ruang khusus bagi pengguna...

OpenAI Luncurkan ChatGPT Health, Ruang Khusus Diskusi Kesehatan Pengguna

Tekno
09 Jan 2026
240 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

OpenAI Luncurkan ChatGPT Health, Ruang Khusus Diskusi Kesehatan Pengguna

OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT Health, fitur baru yang menyediakan ruang khusus bagi pengguna untuk membahas topik kesehatan secara terpisah dari percakapan umum. Fitur ini dirancang untuk menjaga konteks pembahasan medis agar tidak tercampur dengan obrolan lain di platform ChatGPT.

Peluncuran ChatGPT Health didorong oleh tingginya penggunaan ChatGPT untuk pertanyaan seputar kesehatan dan kebugaran. OpenAI mencatat, setiap pekan lebih dari 230 juta pengguna mengajukan pertanyaan terkait topik tersebut. Melalui fitur Health, seluruh percakapan akan diarahkan ke satu ruang khusus. Jika pengguna memulai diskusi kesehatan di luar menu Health, sistem akan menyarankan pemindahan percakapan ke fitur ini.

Meski menyediakan ruang khusus, OpenAI menegaskan bahwa ChatGPT tidak ditujukan untuk kepentingan diagnosis maupun pengobatan. Dalam ketentuan layanannya, OpenAI menyatakan bahwa layanan ini hanya bersifat informatif dan tidak menggantikan peran tenaga medis profesional, sebagaimana dilaporkan TechCrunch pada 7 Januari 2026.

ChatGPT Health tetap mampu menyesuaikan respons berdasarkan konteks pengguna. Sistem dapat merujuk pada informasi yang sebelumnya pernah dibahas dalam percakapan standar. Sebagai contoh, pengguna yang pernah berdiskusi mengenai rencana latihan maraton akan dikenali sebagai pelari saat membahas target kebugaran di ruang Health.

Fitur ini juga mendukung integrasi dengan aplikasi kebugaran dan kesehatan pihak ketiga, seperti Apple Health, Function, dan MyFitnessPal. OpenAI menegaskan bahwa percakapan dalam ChatGPT Health tidak digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan mereka, seiring meningkatnya perhatian publik terhadap perlindungan data pribadi.

CEO of Applications OpenAI, Fidji Simo, mengatakan kehadiran ChatGPT Health merupakan respons terhadap berbagai tantangan di sektor layanan kesehatan. Menurut dia, tingginya biaya perawatan, keterbatasan akses, beban kerja tenaga medis, serta kurangnya kesinambungan dalam perawatan pasien menjadi persoalan yang perlu diatasi dengan pendekatan teknologi.

Namun, penggunaan chatbot berbasis kecerdasan buatan untuk tujuan kesehatan juga memunculkan tantangan tersendiri. Model bahasa besar seperti ChatGPT bekerja dengan memprediksi jawaban yang paling mungkin, bukan selalu yang paling akurat. Kondisi ini menimbulkan risiko munculnya informasi keliru atau halusinasi, terutama jika digunakan tanpa pendampingan profesional.

Pada tahap awal, ChatGPT Health tersedia bagi pengguna ChatGPT Free, Go, Plus, dan Pro di negara-negara yang didukung di luar kawasan EEA, Swiss, dan Inggris. Indonesia termasuk salah satu negara yang telah mendapatkan akses ke fitur ini. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll