Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya menetapkan sosok baru di kursi pelatih kepala Timnas Indonesia. Dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) yang digelar pada Kamis malam, 18 Desember 2025, federasi sepak bola nasional itu sepakat menunjuk John Herdman sebagai juru taktik tim Garuda.
Dua sumber internal PSSI, sebagaimana dilaporkan Tempo, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil secara bulat. Seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco) menyetujui penunjukan pelatih asal Inggris itu, mengungguli kandidat kuat lainnya, Giovanni van Bronckhorst, yang sebelumnya digadang-gadang paling berpeluang menukangi tim nasional. "Benar, semua setuju John," ujar salah satu anggota Exco kepada Tempo pada Jumat, 19 Desember 2025.
Meski telah disepakati di tingkat internal, pengumuman resmi kepada publik belum dilakukan. Menurut sumber tersebut, penyampaian kepada masyarakat akan dilakukan oleh Kepala Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji. Hingga kini, PSSI juga belum menetapkan waktu penandatanganan kontrak karena masih menunggu kesepakatan final terkait hak dan kewajiban kedua belah pihak. "Yang berhak menyampaikan ke publik Pak Sumardji. Kepastiannya setelah tanda tangan kontrak dan semua klausul disepakati," kata sumber itu.
Sumardji sendiri membenarkan bahwa PSSI telah menunjuk pelatih Timnas Indonesia melalui dua kali rapat Exco yang berlangsung pada Rabu dan Kamis malam. Namun ia belum bersedia mengonfirmasi nama Herdman secara terbuka. "Biar Pak Ketua Umum yang mengumumkan. Beliau masih di luar negeri," ujarnya melalui sambungan telepon pada Jumat, 19 Desember 2025.
John Herdman bukan nama asing di sepak bola internasional. Pelatih berusia 50 tahun ini dikenal luas berkat keberhasilannya membawa tim nasional putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Sebuah pencapaian bersejarah setelah penantian 36 tahun. Sebelumnya, ia juga mencatatkan prestasi gemilang bersama timnas putri Kanada dengan meraih medali perunggu Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016, serta medali emas Pan American Games 2011 di Meksiko.
Penunjukan John Herdman menandai arah baru yang hendak ditempuh PSSI dalam mengelola dan membangun tim nasional. Federasi memilih bertaruh pada sosok pelatih dengan rekam jejak membangun tim dari fondasi yang rapuh, lalu menumbuhkannya secara bertahap hingga mampu bersaing di level dunia. Pengalaman Herdman bersama Kanada, yang berhasil bertransformasi dari tim pinggiran menjadi peserta Piala Dunia, menjadi rujukan utama di balik keputusan tersebut.
Meski demikian, pengalaman panjang dan reputasi internasional bukanlah jaminan keberhasilan instan. Sepak bola Indonesia memiliki kompleksitas tersendiri, mulai dari kultur kompetisi, pembinaan usia muda, hingga ekspektasi publik yang kerap menuntut hasil cepat. Di titik inilah tantangan terbesar Herdman bermula: bukan sekadar merancang strategi di lapangan, melainkan juga membangun sistem, disiplin, dan kesabaran bersama seluruh pemangku kepentingan.
Tantangan terbesar Herdman justru terletak pada kemampuannya membaca konteks sepak bola Indonesia yang lemah dalam aspek budaya, mentalitas pemain, serta ekspektasi publik yang kerap bergejolak. Pada akhirnya, pelatih boleh berganti, strategi boleh disusun, tetapi kemajuan sepak bola nasional hanya akan nyata jika perubahan itu disertai kesabaran, konsistensi, dan keberanian membangun proses jangka panjang.
(Sadur berita dari Tempo.co)