Setelah bergulir beberapa pekan, akhirnya PSSI resmi mengeluarkan pernyataan menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Sepakbola Indonesia. PSSI membuka lembaran baru dalam perjalanan sepak bola nasional dengan menunjuk pelatih baru setelah mengalami kekosongan dua bulan lebih.
Keputusan ini tidak hanya menyasar tim senior, tetapi juga mempercayakan Herdman menangani timnas U-23. Sebuah sinyal bahwa federasi ingin membangun kesinambungan prestasi dari level usia muda hingga tim utama.
Herdman menggantikan Patrick Kluivert yang diberhentikan pada 24 Oktober 2025 setelah dinilai gagal memenuhi target lolos ke Piala Dunia 2026. Pergantian ini menandai perubahan pendekatan PSSI: dari sekadar mengejar hasil jangka pendek menuju proyek yang lebih terstruktur dan berjangka panjang.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut penunjukan pelatih asal Inggris itu sebagai awal “era baru” sepak bola Indonesia. Dalam keterangannya, Erick menegaskan bahwa Herdman bukan sekadar pelatih asing, melainkan figur dengan rekam jejak konkret membawa tim ke panggung Piala Dunia.
“Ini momen di mana sepak bola Indonesia ditangani pelatih dengan pengalaman lolos ke Piala Dunia,” ujarnya.
Erick juga menyinggung peran Presiden Prabowo Subianto yang mendorong PSSI untuk berani mencoba kembali dengan program yang lebih agresif. Dorongan politik ini, menurut Erick, memberi ruang bagi federasi untuk membenahi fondasi pembinaan, terutama di level usia muda, yang selama ini kerap menjadi titik lemah sepak bola nasional.
Penunjukan Herdman disebut sebagai langkah awal dari proyek besar menuju Piala Dunia, bukan sekadar slogan, melainkan agenda kerja. Di tengah dinamika itu, Herdman datang dengan pilihan sadar.
Ia dikabarkan menolak tawaran melatih tim nasional Honduras demi memprioritaskan Indonesia. Bagi PSSI, keputusan tersebut dibaca sebagai komitmen untuk membangun proyek jangka panjang bersama skuad Merah Putih, termasuk mengembangkan pemain-pemain inti seperti Jay Idzes dan rekan-rekannya.
Rekam jejak Herdman memang memberi harapan. Ia dikenal sebagai satu-satunya pelatih yang sukses membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.
Bersama timnas putri Kanada, ia tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016. Di sektor putra, ia mengantar Kanada kembali ke Piala Dunia Qatar 2022. Sebuah penampilan pertama setelah penantian 36 tahun, dengan Alphonso Davies sebagai salah satu pilar utama.
Tantangan Herdman di Indonesia tidak ringan. Sepanjang 2026, timnas senior dijadwalkan mengikuti FIFA Series pada FIFA Match Day 23–31 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, disusul agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November.
Di luar itu, Indonesia juga akan berlaga di Piala AFF 2026 yang dimulai pada 25 Juli. Di level U-23, Herdman akan memimpin Garuda Muda pada Asian Games Aichi–Nagoya 2026 di Jepang, yang berlangsung mulai 19 September. Turnamen ini menjadi ujian awal bagi visinya dalam membangun transisi pemain muda ke level senior.
Penunjukan John Herdman diharapkan bukan sekadar soal nama besar atau prestasi masa lalu. Ia adalah cermin dari ambisi baru PSSI: membangun sistem, menata fondasi, dan menanamkan kesabaran dalam mengejar prestasi.
Jalan menuju Piala Dunia tetap panjang dan berliku, tetapi untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, arah perjalanan itu tampak lebih jelas dan lebih terukur, semoga. (Red)