Kasus Bedah Jantung Sebab Keluhan ASD

Keluhan mudah lelah, jantung berdebar cepat, dan sesak napas yang kian memberat yang dialami...

Kasus Bedah Jantung Sebab Keluhan ASD

Kesehatan
20 Des 2025
191 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Kasus Bedah Jantung Sebab Keluhan ASD

Keluhan mudah lelah, jantung berdebar cepat, dan sesak napas yang kian memberat yang dialami Nurfiriyana, perempuan berusia 38 tahun, membawanya pergi ke layanan kesehatan. Setelah dokter mendiagnosa, gejala yang semula tampak umum itu, ternyata menyimpan masalah serius pada jantungnya. 

Setelah dirujuk ke dokter spesialis jantung dengan subspesialis kardiologi pediatrik, Radityo Prakoso, pemeriksaan awal mengungkap adanya Atrial Septal Defect (ASD), yakni lubang pada sekat jantung yang menyebabkan aliran darah tidak normal antara atrium kanan dan kiri.

ASD merupakan kelainan jantung bawaan yang kerap luput terdeteksi hingga usia dewasa, terutama bila gejalanya ringan. Namun pada kasus Nurfiriyana, kondisi tersebut telah berkembang lebih jauh. Pemeriksaan lanjutan menggunakan ekokardiografi komprehensif di Heartology Cardiovascular Hospital, yang menunjukkan bahwa ukuran lubang pada sekat jantung sudah membesar dan berdampak langsung pada dua katup penting, yakni katup mitral dan trikuspid.

"Temuan ini menandakan telah terjadi komplikasi lanjutan akibat beban volume jangka panjang pada jantung," ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Ario Soeryo Kuncoro dalam keterangan pers, sebagaimana dilansir Tempo, 19 Desember 2025. Menurut Ario, keterlibatan dua katup sekaligus membuat kasus ini tidak bisa ditangani dengan prosedur sederhana dan memerlukan tindakan bedah yang terencana serta menyeluruh.

Ekokardiografi lanjutan memperlihatkan bahwa kebocoran pada sekat jantung telah memengaruhi kinerja katup mitral dan trikuspid. Kondisi ini, kata Ario, menuntut intervensi komprehensif. "Bukan sekadar menutup lubang ASD, tetapi juga memperbaiki fungsi katup. Karena itu, diagnosis yang presisi menjadi kunci keberhasilan tindakan," ujarnya.

Setelah melalui diskusi multidisiplin, tim medis memutuskan melakukan koreksi jantung menggunakan pendekatan Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS). Teknik ini dilakukan melalui sayatan kecil untuk meminimalkan trauma jaringan, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan kenyamanan pasien. Dalam satu kali operasi, tim menggabungkan tiga prosedur mayor sekaligus, yakni Mitral Valve Repair (MVr), penutupan ASD, dan Tricuspid Valve Repair (TVr).

Dokter spesialis bedah toraks, Dicky A. Wartono, menyebut prosedur ini tergolong sangat kompleks. Berdasarkan laporan sejumlah jurnal medis internasional, hanya dua kasus serupa yang pernah dilaporkan di dunia. "Ini termasuk kategori high-complexity MICS. Kami melakukan koreksi pada tiga area vital jantung melalui ruang kerja yang sangat terbatas, dengan hasil yang sangat memuaskan," kata Dicky.

Hasil operasi menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pasien mengalami pemulihan klinis yang cepat, fungsi jantung kembali stabil, dan keluhan sesak napas berkurang drastis hanya dalam beberapa hari. Enam hari setelah tindakan, pasien sudah dapat kembali beraktivitas ringan.

Dokter jantung konsultan Radityo Prakoso menilai kasus ini sebagai bukti bahwa layanan jantung modern di Indonesia mampu mengintegrasikan diagnosis presisi, teknologi pencitraan mutakhir, dan teknik bedah canggih secara kolaboratif. 

"Ini menunjukkan bahwa penanganan kasus kompleks dengan standar tinggi dapat dilakukan di dalam negeri," tandasnya.

Dari pengalaman ini, Ario kembali menegaskan pentingnya deteksi dini kelainan jantung, khususnya melalui ekokardiografi komprehensif. 

Pada kasus ASD besar yang telah melibatkan katup, keputusan tindakan yang tepat waktu sangat menentukan kualitas hidup dan prognosis jangka panjang pasien. Seperti kasus Nurfiriyana menjadi pengingat bahwa keluhan yang tampak ringan tak selalu sederhana. Di balik rasa lelah dan sesak yang sering diabaikan, bisa tersembunyi persoalan serius yang baru terungkap ketika teknologi, ketelitian diagnosis, dan keberanian mengambil keputusan bertemu pada waktu yang tepat.(Tempo.co)

Share :

Perspektif

Scroll