Lula Lahfah, Kekasih Reza Arap, dalam Tawa Terakhir Sebelum Kepergiannya

Selebgram dan influencer terkenal Lula Lahfah (26) ditemukan meninggal dunia pada Jumat, 23 Januari...

Lula Lahfah, Kekasih Reza Arap, dalam Tawa Terakhir Sebelum Kepergiannya

Kesehatan
24 Jan 2026
436 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Lula Lahfah, Kekasih Reza Arap, dalam Tawa Terakhir Sebelum Kepergiannya

Selebgram dan influencer terkenal Lula Lahfah (26) ditemukan meninggal dunia pada Jumat, 23 Januari 2026, di unit apartemen tempat tinggalnya di kawasan Essence Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebuah tragedi yang cukup mengejutkan publik dan meninggalkan pertanyaan tentang batas kehidupan antara ruang maya dan realitas manusiawi di baliknya. 

Jenazah Lula pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekitar pukul 18.44 WIB setelah saksi dan asisten pribadinya merasa curiga karena kamar terkunci rapat dan selebgram itu tidak merespons panggilan. Setelah pintu dibuka, petugas menemukan Lula dalam keadaan terlentang dengan selimut putih di kasur apartemennya. 

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menjelaskan hasil pemeriksaan awal aparat di lokasi kejadian. “Namun di tempat kejadian ditemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan dari rumah sakit,” tambahnya. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan akan menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian. “Semua kemungkinan masih kami dalami,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta. 

Sebelum peristiwa tragis ini, Lula sempat merawat kesehatannya sendiri selama beberapa minggu. Berdasarkan unggahan di akun TikTok pada awal Januari, ia sempat dirawat di rumah sakit selama sekitar satu minggu, dan berbagi soal kondisi fisiknya yang terganggu. 

Dalam unggahan itu, Lula dengan jujur membahas beberapa gangguan kesehatan yang ia alami, termasuk infeksi saluran kemih (ISK), GERD, serta kondisi lain yang membuatnya tidak nyaman secara fisik. Ia menuliskan secara blak-blakan tentang gejala yang dirasakannya, mulai dari demam, keram perut, hingga rasa ngilu di seluruh tubuh. 

Namun dua hari sebelum kabar duka itu, Lula masih tampak aktif di media sosial. Postingan terakhirnya di Instagram adalah video ceria bersama tunangannya, musisi terkenal Reza Oktovian (Reza Arap), sebuah momen ringan yang kini justru menjadi kenangan terakhir yang ramai dikomentari penggemar. 

Kabar kepergian Lula menyebar cepat di dalam dan luar negeri. Media internasional mencatatnya sebagai bagian dari deretan influencer yang meninggal dunia di awal tahun 2026, mengingat pengaruhnya yang besar di platform digital. 

Teman-teman sesama kreator serta figur publik lainnya turut memberikan pesan duka di kolom komentar unggahan terakhirnya, mencerminkan dampak emosional atas kepergian seorang figur muda yang dikenal luas. Sebuah video dari pengumuman mendadak pembatalan penampilan grup musik Weird Genius, yang berhubungan dengan kabar duka ini, turut menambah spektrum reaksi netizen dari berbagai belahan dunia maya. 

Kepergian Lula Lahfah di usia yang sangat muda menyisakan banyak hal untuk direnungkan: tentang kesehatan fisik dan mental, tekanan kehidupan digital, serta bagaimana kita memahami figur publik bukan hanya sebagai konten, tetapi sebagai manusia dengan kisah, perjuangan, dan keterbatasannya.

Dalam dunia yang kerap menuntut “kesempurnaan tampilan”, menjadi pengingat bahwa unggahan ceria di layar hanya merupakan satu sisi kecil dari kehidupan seseorang. Persoalan kesehatan, tantangan pribadi, atau pergumulan batin seringkali tersembunyi di balik sorotan kamera dan tepuk virtual.

Seperti yang kini banyak diungkapkan para pengamat dan pengikutnya, “Kita kehilangan lebih dari sekadar seorang kreator. Kita kehilangan seorang manusia yang punya cerita, rasa, dan dunia yang tak selalu tampak lewat feed.”

Di balik kehidupan figur publik yang tersorot kamera, ia memiliki kehidupan privasi di luar konten yang mereka hasilkan dan bagikan. Dengan itu, hentikan stigma terhadap kesehatan fisik dan mental. Merawat diri bukanlah tanda kelemahan. Kenali gejala gangguan kesehatan umum (seperti ISK atau GERD) dan konsultasikan ke tenaga medis profesional jika gejala berulang. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll