Ikan dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi dan lemak sehat omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan perkembangan otak. Namun, di balik manfaatnya, sejumlah jenis ikan mengandung merkuri atau logam berat beracun yang dapat berdampak serius pada tubuh manusia, terutama bila dikonsumsi secara berlebihan atau oleh kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.
Merkuri yang ditemukan pada ikan umumnya berbentuk metilmerkuri, yaitu bentuk yang terbentuk dari pencemaran lingkungan seperti pembakaran batu bara dan limbah industri. Logam ini tidak hilang dengan cara memasak apa pun dan terserap melalui rantai makanan laut: berenang dari organisme kecil, ke ikan kecil, hingga predator besar yang kita santap.
Menurut pedoman Food and Drug Administration (FDA) dan Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, semakin besar dan hidup lebih lama seekor ikan, semakin tinggi kemungkinan kandungan merkuri di dalam tubuhnya.
Dilansir Healthline, seorang ahli gizi, Dr. Helen Fisher menyampaikan, “Ikan adalah makanan yang sangat bernutrisi, tetapi pilihan jenis ikan yang salah dapat meningkatkan paparan merkuri tanpa disadari.”
Berdasarkan data terbaru yang menggabungkan berbagai sumber pemantauan, berikut adalah beberapa ikan yang perlu dibatasi atau dihindari konsumsi karena kadar merkuri yang relatif tinggi:
Paparan merkuri bukan sekadar angka di tabel. Efeknya nyata bila terus meningkat dalam tubuh. Secara khusus anak-anak dan janin sangat rentan terhadap efek metilmerkuri yang dapat mengganggu perkembangan saraf, memori, dan kemampuan motorik.
Pada orang dewasa, paparan tinggi bisa menyebabkan gangguan neurologis, perubahan mood, hingga masalah keseimbangan. Masalah kesehatan lain yang diteliti antara lain dampak pada tekanan darah dan fungsi kardiovaskular.
Kunci penting bukan menghindari ikan sama sekali, melainkan memilih jenis ikan yang rendah merkuri dan tetap kaya nutrisi serta mengatur frekuensi konsumsi:
Konsumsi beragam jenis ikan rendah merkuri seperti salmon, sarden, atau pollock sebagai pilihan utama. Untuk sebagian besar orang dewasa, pedoman nutrisi menyarankan ± 2–3 porsi ikan rendah merkuri per minggu.
Khusus Ibu hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan serta anak-anak dianjurkan memilih ikan dari daftar “Best Choices” yang lebih rendah merkuri dan membatasi konsumsi ikan bermerkuri tinggi secara ketat. Hindari sepenuhnya jenis ikan yang masuk kategori “Choices to Avoid” menurut pedoman FDA/EPA.
Ikan tetap merupakan bagian penting dari pola makan sehat sebagai sumber protein, vitamin D, dan asam lemak omega-3 yang mendukung fungsi jantung dan sistem saraf. Namun, kesadaran terhadap potensi merkuri membantu pembaca mengambil keputusan konsumsi yang lebih bijak dan aman, terutama bagi kelompok rentan.
Sebagaimana dikatakan seorang pakar nutrisi, “Ikan bisa menyehatkan jika dipilih dengan tepat. Tetapi tanpa informasi yang benar, risiko tersembunyi bisa mengalahkan manfaat yang seharusnya kita peroleh.” Dengan menyeimbangkan nutrisi, frekuensi konsumsi, dan jenis ikan pilihan, kita dapat menikmati seafood tanpa mengundang risiko kesehatan jangka panjang. (Red)