Gempa Tektonik Guncang Pohuwato, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Wilayah Pohuwato, Provinsi Gorontalo, diguncang gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 5,2 pada Sabtu...

Gempa Tektonik Guncang Pohuwato, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Ekologi
20 Des 2025
122 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Gempa Tektonik Guncang Pohuwato, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Wilayah Pohuwato, Provinsi Gorontalo, diguncang gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 5,2 pada Sabtu sore, 20 Desember 2025. Gempa terjadi pada pukul 17.33 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa episenter gempa berada di darat, tepatnya pada koordinat 0,50 derajat Lintang Utara dan 121,96 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 108 kilometer. Kedalaman ini menempatkan gempa dalam kategori gempa bumi menengah.

“Berdasarkan analisis lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini termasuk gempa bumi menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi di dalam Lempeng Laut Sulawesi,” ujar Daryono dalam keterangan tertulis. Analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault, yang umum terjadi pada zona tektonik aktif.

Dampak Guncangan di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa dirasakan di beberapa wilayah dengan tingkat intensitas yang bervariasi. Di Kabupaten Pohuwato dan Boalemo, getaran dirasakan pada skala intensitas IV MMI. Pada tingkat ini, guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, terutama pada siang hari.

Getaran juga dirasakan hingga wilayah Gorontalo, Bone Bolango, Buol, dan Tolitoli dengan intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada kendaraan berat yang melintas. Sementara itu, di Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara, guncangan dirasakan lebih lemah pada skala II–III MMI, ditandai dengan bergoyangnya benda-benda ringan yang digantung.

Hingga pukul 18.08 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Catatan Refleksi 

Peristiwa gempa ini kembali mengingatkan bahwa wilayah Indonesia berada di kawasan rawan aktivitas seismik akibat pertemuan berbagai lempeng tektonik. Ketahanan masyarakat terhadap bencana tidak hanya ditentukan oleh kekuatan infrastruktur, tetapi juga oleh literasi kebencanaan dan kedewasaan dalam menyikapi informasi. Ketika alam bergerak tanpa peringatan, sikap tenang, kesiapsiagaan, dan kepercayaan pada sumber informasi resmi menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.(Tempo.co)

Share :

Perspektif

Scroll