Batam Kebut Infrastruktur: Empat Proyek Jalan Strategis Mulai Digarap 2026

Batam akan memasuki fase baru penguatan infrastruktur jalan pada tahun 2026. Badan Pengusahaan (BP)...

Batam Kebut Infrastruktur: Empat Proyek Jalan Strategis Mulai Digarap 2026

Ekologi
08 Jan 2026
284 x Dilihat
Share :
Sofyan Saladin
Tim Redaksi

Batam Kebut Infrastruktur: Empat Proyek Jalan Strategis Mulai Digarap 2026

Batam akan memasuki fase baru penguatan infrastruktur jalan pada tahun 2026. Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menyiapkan paket besar proyek pembangunan dan peningkatan jalan strategis yang dirancang untuk memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antar kawasan industri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi di kota ini.

Menurut Kepala Biro Umum BP Batam, M. Taofan, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang lembaga untuk terus mendorong Batam menjadi pusat bisnis dan industri yang lebih kompetitif, sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di tengah pertumbuhan ekonomi yang dinamis. 

BP Batam akan melaksanakan empat proyek utama pembangunan atau peningkatan ruas jalan di lokasi-lokasi strategis sepanjang tahun ini — dua di antaranya sudah dimulai pada Januari 2026, sementara dua lainnya masih berada dalam tahap perencanaan akhir. 

1. Jalan Gajah Mada (1,3 km) – Pelebaran dan Revitalisasi

Proyek terbesar adalah peningkatan Jalan Gajah Mada, yang akan ditebalkan dan diperluas menjadi enam lajur dua arah — masing-masing tiga lajur ke kedua sisi jalan sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer. 

Ruas ini menjadi penghubung penting antara Landing Point Fly Over Sei Ladi dan Simpang Laluan Madani, sehingga pelebaran diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan mempercepat arus kendaraan di salah satu koridor paling sibuk di Batam. 

Proyek senilai Rp 140 miliar ini sudah dikontrakkan dan pengerjaannya dimulai sejak Januari 2026. 

2. Jalan R. Suprapto (1,4 km) – Akses Industri Mukakuning

Selanjutnya, peningkatan Jalan R. Suprapto dirancang untuk memperkuat akses menuju Kawasan Industri Mukakuning. Ruas sepanjang sekitar 1,4 kilometer ini akan dikembangkan menjadi empat lajur dua arah, memperlancar arus logistik dan mobilitas pekerja serta kendaraan industri dari dan menuju kawasan tersebut. 

Nilai kontrak untuk proyek ini mencapai Rp 50,8 miliar, dan pengerjaannya juga telah dimulai pada Januari 2026. 

3. Jalan Kawasan Industri Tanjung Gundap (1,7 km) – Perencanaan Akhir

Sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan jalan di daerah industri, BP Batam juga merencanakan pembangunan ruas sepanjang ± 1,7 km di Kawasan Industri Tanjung Gundap. Proyek ini masih dalam tahap perencanaan, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 27 miliar. 

4. Jalan Kawasan Industri Kabil (1,5 km) – Perencanaan Akhir

Rencana pembangunan lain berada di Kawasan Industri Kabil, menjangkau ruas jalan sepanjang kurang lebih 1,5 km. Anggaran yang dipersiapkan juga sekitar Rp 27 miliar, dan proyek ini kini masih dipersiapkan sebelum masuk fase tender atau pembangunan fisik. 

BP Batam menegaskan bahwa keberhasilan empat proyek ini bukan sekadar pelebaran jalan, tetapi juga bagian dari upaya strategis untuk memperkuat konektivitas antar kawasan industri, menurunkan biaya logistik, serta menciptakan ruang investasi yang lebih menarik bagi pelaku usaha domestik dan internasional. 

Pembangunan dan peningkatan jalan ini juga dilihat sebagai kelanjutan dari fokus pemerintah daerah dan BP Batam dalam meningkatkan kualitas jaringan transportasi darat, yang sebelumnya sudah mencakup pelebaran ruas lain serta penyelesaian flyover strategis di Batam. 

Dengan infrastruktur yang lebih memadai, BP Batam berharap aktivitas ekonomi dan industri di Batam semakin tumbuh, efisien, dan kompetitif di level regional maupun global. (Red)

Share :

Perspektif

Scroll