Dinas Perikanan Kota Batam, Kepulauan Riau, menargetkan pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sekanak Raya, Sembulang, dan Pulau Kasu rampung pada akhir Januari 2026. Saat ini, seluruh proyek tersebut telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan bahwa hingga 29 Desember 2025 progres pembangunan di masing-masing lokasi menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Pembangunan KNMP di Sekanak Raya telah mencapai 59 persen, Sembulang 85 persen, dan Pulau Kasu 62 persen.
“Secara umum pekerjaan yang tersisa adalah tahap finishing, seperti plester dinding, pemasangan atap, serta penyempurnaan bangunan,” ujar Yudi saat dihubungi di Batam, Rabu (7/1).
Ia menjelaskan, kontraktor pelaksana sebelumnya ditargetkan menyelesaikan pekerjaan pada 31 Desember 2025. Namun, hingga batas waktu tersebut, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum rampung.
Berdasarkan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kontraktor kemudian diberikan perpanjangan waktu penyelesaian proyek hingga maksimal 31 Januari 2026. Selama masa perpanjangan tersebut, kontraktor diminta mempercepat pekerjaan dengan menambah jumlah tenaga kerja serta jam kerja di lapangan.
Menurut Yudi, keterlambatan pembangunan tidak terlepas dari sejumlah kendala, terutama faktor cuaca dan kondisi geografis. Curah hujan yang tinggi serta lokasi proyek yang berada di wilayah kepulauan menyulitkan proses distribusi material bangunan karena harus menyeberang laut.
“Kondisi cuaca dan akses ke pulau menjadi tantangan utama. Namun untuk KNMP di Sembulang, progresnya sudah mendekati tahap akhir dan diperkirakan terus meningkat dibandingkan laporan akhir Desember,” katanya.
Yudi menyatakan optimistis seluruh pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Batam dapat diselesaikan sesuai target pada Januari 2026 dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir.
Program KNMP ini bertujuan untuk mengentaskan kawasan kumuh pesisir dengan mengubahnya menjadi lingkungan hunian yang sehat, tertata, dan memiliki nilai estetika. Fokus pengerjaan meliputi perbaikan infrastruktur dasar, mulai dari pembangunan jalan lingkungan (pelantar) yang permanen, sistem sanitasi komunal, hingga pengecatan seragam bertema merah putih pada rumah-rumah warga.
"Proses pengerjaan di lapangan terus digesa. Kami optimis akhir bulan ini ketiga titik, termasuk di Sekanak Raya, sudah bisa diresmikan dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat," ujar perwakilan pelaksana proyek di lapangan.
Selain meningkatkan kualitas hidup warga, penataan ini diproyeksikan mampu mendongkrak potensi wisata bahari di wilayah pesisir Batam. Dengan lingkungan yang bersih dan akses yang lebih baik, pemerintah berharap ekonomi lokal melalui sektor UMKM dan kuliner laut dapat tumbuh lebih cepat.
Meski demikian, faktor cuaca dan tingginya pasang air laut di awal tahun menjadi tantangan utama dalam penyelesaian detail infrastruktur di atas air. Setelah rampung, pengelolaan kawasan ini diharapkan melibatkan peran aktif kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat guna menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun. (Red)